ketika alam tak di jaga

ketika alam tak di jaga

ketika alam tak di rawat

ketika alam hany di exploitasi

ketika alam hanya menjadi objek keserakahan

oh, ketika alam tak di jaga

mereka pun akhirnya murka

menjadi sumber bencana, petaka dan derita

padahal awalnya adalah harapan manusia

oh, ketika alam tak di jaga

sesal akhirnya para manusia

harapan menguap bersama asap

sementara kita hanya bisa melihat

oh, ketika alam tak dijaga

lihatlah ulahmu wahai manusia-manusia serakah

berapa orang yang kau sengsarakan

berapa makhluk yang kau buat marah

hanya kerena pundi-pundi rupiah

oh, tidakkah kalian mendengar

rintihan burung yang kehilangan sumber makanan

jeritan binatang melata yang hangus terbakar

isakan satwa yang kehilangan tempat tinggal

ataukah kalian telah buta hinggga tak melihat

ataukah kalian tuli hingga tak mendengar

ataukan hati kalian telah tertutup hingga tak merasa

kemudian kalian semena-mena

seolah alam adalah milik kalian pribadi

oh, celakalah kalian

tak menjaga alam yang memberi harapan

indonesiaku

deretan pulau-pulau menyatukanmu

hamparan laut luas melengkapimu

hutan-hutan belantara memperindahmu

aneka ragam flora dan fauna menghiasimu

oh indonesiaku, kurang apakah dirimu

bahkan potongan kayupun hidup walu hanya di tancap

biji-bijian berkecambah walau hanya di buang

oh indonesiaku, sebegitu suburnya tanahmu

tapi….

mereka yang duduk sambil menengadahkan tangannya masih bertebaran

mereka yang berkeliaran diantara mobil-mobil mewah dengan koran ditangan masih merajalela

mereka yang tidur beralas tanah beratap langit masih sering terlihat

mereka yang mengais-ngais sampah di sian bolong masih juga bertambah

oh indonesiaku, mereka hidup dalam bayang-bayang kekayaanu

kemanakah sumber daya alammu yang berlimpah

kemana emas dan perak yang kau kandung

kemana minyak bumi yang kau tabung berjuta-juta tahun

oh indonesiaku, atau adakah yang menyimpannya sendiri

dibalik brankas-brankas berdinding baja

dibalik dinding kaca bank dunia

atau di sembunyikan di balik dokumen hasi sogok

oh indonesiaku, merekakah para pemegang kekuasaan yang menyimpannya

atau pra pemodal asing yang punya perusahaan raksasa

atau keduanya, mereka korupsi dan berkolusi

oh indonesiaku, bahkan rakyat sendiripun mereka bohongi

hanya diberi janji-janji yang tak pernah terealisasi

merekalah para manusia-manusia serakah

oh indonesiaku, mengapa tak kau telan mereka dengan tahahmu

atau kau tenggelamkan mereka dengan laut birumu

jangan sisakan mereka indonesiaku

sehingga sejahtera hidup semua pendudukmu

Si perusak masa depanku

 Si perusak masa depanku

Namaku syawal. Aku di beri nama tersebut oleh orang tuaku karna aku lahir pada bulan syawal, atau tepatnya 16 syawal. Aku menghabiskan masa kecil dan remajaku di tempat lahirku, di salah satu kota kecil di Kalimantan utara bersama keluargaku yang sangat sederhana, maklum, ayahku hanya seorang tukan bangunan yang kadang libur berhari-hari karena tak ada kontrak, sedangkan ibuku hanyalah ibu rumah tangga biasa. Walaupun begitu, ayahku sangat perhatian dengan pendidikan anaknya, sehingga aku bisa menamatkan jenjang SMAku dengan tepat waktu. Namun setelah lulus  dari SMA, ayahku  tak snggup lagi membiayaiku untuk kuliah, karena akhir-akhir ini ia tak lagi menerima tawaran kerja disebabkan tubuhnya yang mulai renta.

Akhirnya, setelah minta izin dengan orang tuaku, kuputuskan untuk merantau kekota lain, tujuanku adalah samarinda. Rencanaku mencari pekerjaan dan menabung hasilnya untuk biaya pendaftaran di universitas mulawarman (UNMUL), salah satu universitas terbaik di Kalimantan walaupun aku juga belum yakin aku bisa lulus tes di universitas tersebut.

Setelah sampai di kota samarinda, aku langsung mencari pekerjaan untuk menghidupiku. Karena bekal yang  kubawa hanya cukup untuk beberapa hari saja. Sementara untuk tempat tinggal sementara, aku menumpang dengan seorang temanku saat SMP disebuah kos mungil dipinggiran kota. Setelah tiga hari lalu lalang mencari pekerjaan, akhirnya aku di terima di sebuah counter HP Samsung. Dan sang empunya toko tersebut bersedia menempatkanku di sebuah ruangan kecil yang menyatu dengan toko tersebut.

Akhirnya, keesokan harinya aku pamit dengan temanku dan memindahkan barang-barangku yang mayoritas pakaian ketempat baruku.

“bro, hati-hati kau kalau bergaul disini, banyak orang jahat!” kata temenku saat aku keluar dari kosnya dengan logat khas Kalimantan timur.

“tenang aja bro, akan kuingat pesanmu” kataku sambil berlalu.

Maka hari-hariku pun diisi dengan berdiam diri disebuah kursi biru tanpa sandaran, didepanku sebuah rak kaca panjang dengan berbagai merek HP, mulai dari sambung, oppo, nokia dan banyak merek HP buatan cina, yang baru maupun yang second. aktivitas lainnya yang kuanggap paling mengasyikkan adalah transaksi yang diawali perdebatan harga oleh pelanggan, banyak para pelanggan yang menawar dengan harga yang tak sesuai sehingga aku harus bisa bertahan dengan harga yang telah ditetapkan oleh bosku. Kadangkala setelah berdebat panjang, mereka malah pergi, atau melihat-lihat HP lainnya. Pekerjaan tersebut kulakukan setiap hari kecuali hari minggu. Karena pada hari minggu, aku secara khusus meminta diliburkan untuk refresing.

Hari minggu biasanya kumanfaatkan untuk bermain playstation yang memang kugemari semenjak SD. Permainan kesukaanku adalah sepak bola dan balapan mobil. Dari kebiasaan itulah, aku mulai mengenal para pemuda yang kemudian merubah atau lebih tepatnya menghancurkan hidupku.

Awal aku berkenalan dengan mereka adalah ketika aku datang ketempat PS dengan sedikit terlambat, kudapati tempat tersebut sudah penuh dengan anak-anak lain. Maka akupun menunggu anak yang akan selesai duluan. Pada saat itu seorang pemuda sebayaku yang juga sedang konsentrasi pada permainan bolanya melirik dan memanggilku.

“hey, sini! Maen sama-sama aja, kebetulan aku lagi sendiri nih. Kamu bisa main inikan (bola).” Katanya kepadaku dengan sopan

“oh iya, biasanya aku mainin permainan gitu juga” kataku sambil mengambil stik dan mencoloknya

“kamu suka klub apa kah?” tanyanya serius

“Manchester united dengan bayer munchen” jawabku seadanya

“oo, sama berarti kita, aku juga ngefans ma MU” katanya

Sambil bermain kami ngobrol tentang kehidupan dan pekerjaan kami

“Siapa namamu.?” Katanya membuka percakapan

“syamsul, kamu.?” Jawabku sambil nanya balik

“roy, kamu orang mana kah.?” Tanyanya kembali

“aku dari malinau, tapi tinggal disini, dicounter rezki tuh na” jawabku

“sudah lama tinggal di situ.?”

“Belum sih, baru sekitar sebulanan lh, kalu kamu..?”

“ aku tinggal di lorong depan situ nh, eh kamu merokok gak.?” Katanya sambil mengambil rokok sampoerna dari sakunya.

“oh enggak, terima kasih”.

Obrolan lain pun nyusul menyusul, hinnga tak terasa waktu siang akan segera menyapa. Akhirnya aku pamit dengannya dengan alasan lelah. Ia terlihat sedikit kecewa karena tak punya teman bermain dan kehilangan kesempatan membalas kekalahannya yang baru saja terjadi.

“besok-besok, kesini lagi ya..!” katanya mengharap

“iya, ada nomor teleponmu kah.?”

“o iya, cari aja di sini, namanya no.q” katanya sambil menyerahkan HP samsumg android keluaran terbaru. Setelah kudapatkan, akupun menyerahkannya kembali lalu beranjak pergi.

Setelah perkenalan tersebut, akupun lalu sering keluar malam-malam menuju tempat PS karena mendapat telepon darinya. Dan ketika sampai, aku sudah di tunggu oleh teman-temanya yang lain. Agaknya mereka cukup penasaran denganku karena berhasil mengalahkan teman mereka. Merekapun akhirnya berebutan melawanku. Sampai akhirnya aku mengenal mereka semua dan mulai akrab. Namun itulah awal kehancuranku, awal yang membuat harapan yang ku bawa jauh-jauh lenyap.

setelah aku akrab dengan mereka, mereka akhirnya selalu menghiasi malam-malamku. Hampir setiap took yang kujaga tutup pada jam 10 malam, aku langsung menuju tempat playstasion, nongkrong bersama mereka sambil memetik gitar hingga larut malam. Hingga pada suatu malam.

“ayo teman-teman, jalan yuk” ajak ikbal

“kemana.?” Tanya rian

“jalan-jalan aja, kemana ka, dari pada di sini terus” lanjutnya

“ayolah yuk, ke pantai aja, ayo wal, kamu kan belum pernah jalan-jalan bareng kami” sambung roy sambil melirik kepadaku

“okelah, tapi sampe jam berapa.?” Kataku

“ngga usah mikir jam bro, santai saja” balasnya lagi

“tapi aku besok kerja”

“sekali-kali bolos kn gak apa-apa, hahaha” tutupnya tanpa ingin dibantah

Akhirnya akupun mengikuti mereka dengan berboncengan sama roy, kerena aku belum bisa beli motor juga belu ada niat mau beli. Sesampainya dipantai, masing-masing mereka mengeluarkan rokok kesukaannya.

“ wal, rokok nh, gk usah malu-malu bro, tes-tes dulu” kata roy memaksa

Aku yang ingin menolak jadi tak enak hati, akhirnya malam itu menjadi malam perdanaku mengisap rokok, roy mengajariku bagaimana cara mengisapnya, mengeluarkan asapnya dengan bentuk-bentuk unik, aku pun terbawa malam itu. Kami baru pulang ketika jam menunjukkan pukul 2 WITA.

Pada malam-malam selanjutnya, aku menjadi terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan baruku, bahkan malam ke 4 aku kumpul bersama mereka, kebiasaanku bertambah, mabuk karena bir oplosan.

Tersebab itulah, kinerjaku ditoko menurun drastic, ketika aku menjaga toko, mataku merah karena masih ngantuk sehinnga tak bergairah melayani pelanggan. Namun aku masih tetap bertahan.

Setelah lima bulan setelah berkenalan dengan mereka, hidupku benar-benar berubah drastis, yang dulunya hanyalah pemuda kampung yang polos menjadi salah satu anggota geng di ibukota kaltim tersebut. Hingga suatu ketika, ketika bosku datang ketoko pada jam 9-20, aku belum juga bangun, artinya took belum kubukan hingga jam tersebut. Sebenarnya akhir-akhir ini aku sering terlambat membuka toko, namun bosku belum tahu hingga hari itu. Maka pintuku pun digedor sangat kuat hingga aku bangun dengan kaget.

“udah jam berapa nih, kok belum di buka” bentaknya

“maaf pak, ngantuk pak”  mengungkap alasanku

“kenapa, keluluran kan kamu tiap malam, aku sudah tau semuanya, makanya penghasilan makin menurun, mulai sekarang kamu pergi dari sini, kemasi barangmu dan serahkan kuncinya, kamu kupecat” katanya sambil berlalu menuju motornya

“tapi pak, beri saya kesempatan kedua pak, please” kataku memelas, namun bosku bahkan tidak mendengarnya

Ditengah kegalauanku, kutelpon si roy

“eehh, jemput aku nah, di toko” kataku mengharap

“tumben mau jalan siang-siang” jawabnya heran

“nanti kujelaskan, kesini aja dulu” kataku lalu menutup telpon

Setelah ia datang menjemputku, akupun pergi ke rumahnya dan menjelaskan semuanya. Ia lalu mencari-cari solusi untukku.

“emm, santai aja bro, gak usah terlalu di pikirin, nanti kau pasti dapat kerjaan baru tuh” katanya menghibur

Malam pun tiba, dan aku masih dikamarnya roy dengan sejuta perasaan sedih dan galau yang amat sangat. Kebetulan ayah roy sedang keluar kota, sedangkan ibunya telah meninggal beberapa tahun lalu.  Lalu terdengar pintu diketuk.

“(tuk tuk tuk), roy.!” panggilnya

“tunggu bro” balas roy

Roy segera bergegas ke pintu dan membukakan tamunya, lalu mempersilahkannya masuk.

“nih,  pesananmu” katanya sambil menyerahkan sebuah bungkusan dari dalam kaus kakinya

“oh, terima kasih bos, ni uangnya, kamu gak ikutan..?”

“gak, aku ada urusan lain” balasnya sambil menuju motornya

Roy pun masuk kekamarnya dan mulai membuka bungkusan tersebut

“ini nah, kau isap, biar hilang galaumu” katanya menyodorkan benda yang baru kulihat tersebut

“apa nih, narkoba kah..?” tanyaku memastikan

“iya, jenis sabu-sabu”

Tanpa pikir panjang, aku langsung menikmatinya, benar-benar ajaib, masalahku seakan-seakan terbang keangkasa dan tinggallah kenikmatan yang kurasakan. Akhirnya selama tiga malam aku di rumah roy, setiap malam aku selalu menghirup benda haram tersebut, hingga akhirnya aku ketagihan. Maka akupun meminta tolong kepada roy untuk mendapatkan barang tersebut untukku lagi dengan memakai uang hasil kerjaku selama ini.

Minggu-minggu selanjutnya aku sudah akrab dengan barang tersebut, hingga akhirnya dompetku mulai menipis. Akhirnya kuutarakan masalahku ke roy.

“roy, kau punya kerjaan kah buat aku, uangku gk lama habis nih” kataku memelas

“kalau kamu mau, jadi pengedar aja, sekalian pecandu” katanya

“tapi bahaya gak yah, kalau aku ketangkap gimana.?” Jawabku

“makanya belajar dulu ma temanku yang udah pengalaman”

“okelah, tes-tes dulu”

Malam harinya aku dipertemukan dengan pengedar tersebut dan iapun mengajariku trik-trik agar lolos dari polisi. Awalnya aku mengedar bersamanya, namun setelah merasa bisa akupun berpisah.

Hanya butuh waktu tiga bulan sampai aku bisa menyewa sebuah kos-kosan  untuk tempat tinggalku dan membeli sebuah motor second. Pelangganku bertambah, hingga suatu malam aku mendapat telepon.

“ (tuut tuut tuut) halo, dengan syawal yah,..?” katanya

“iya, ini dengan siapa yah..?” tanyaku

“saya rehan, aku mau mesan sabu-sabu lagi, dua bungkus yah..!” jawabnya

“oh, oke bro, tunggu aja, kuambil dulu ma bos, di tempat bisa kan” tanyaku memastikan

“iya” jawabnya lalu mematikan telpon

Akupun pergi menyusuri lorong-lorong sempit tempat sebuah rumah mungil yang biasa kupakai bertransaksi dengan bos. Sesampainya dirumah tersebut.

“ syawal” lalu mengetuk pintu 2+3+3+2 sebagai kodeku

Akupun di bukakan pintu, namun tiba-tiba beberapa orang berpakaian preman ikut menyerbu masuk sambil menyodorkan pistol kearah kami.

“angkat tangan, sindikat kalian telah terbongkar” katanya membentak

Bosku yang berusaha kabur, akhirnya ditembak didaerah telapaknya dan akhirnya meraung kesakitan. Setelah kuperhatikan ternyata diantara mereka ada rehan yang ternyata seorang intel.

Polisi akhirnya membawaku bersama teman-temanku yang didalam rumah beserta beberapa kilo barang bukti.

Akhirnya setelah melalui proses hukum , aku divonis 17 tahun di penjara. Cita-citaku akhirnya lenyap didalam penjara.

Sesekali aku kesakitan karena efek dari narkoba yang biasa kukonsumsi.

Disnilah aku akhirnya menghabiskan masa mudaku, di balik jeruji besi. Kadang kumenyesali perkenalanku dengan roy dan barang-barang tersebut, juga menyesal tidak mendengarkan nasehat orang tuaku.

Penegak hukum kok langgar hukum

       Penegak hukum harusnya betul-betul menenegakkan hukum, memberi  keadilan, kedisiplinan, dan menjadi panutan dimasyarakat banyak, namun apa jadinya jika penegak hukum malah layak di hukum, seperti yang banyak terjadi di Negara ini.

       Ya, cerita tentang penegak hukum yang melanggar aturan ternyata belum tamat, seperti cerita bersambung, oknum-oknum penegak hukum bermasalah kini menambah cerita baru, walaupun di perankan oleh aktor yang berbeda.

 

Cerita lama, gaya baru

Adalah seorang anggota TNI berpangkat kopda berinisial D  yang melanjutkan cerita tersebut, pasalnya, ia terendus oleh polri sebagai salah satu oknum atas sindikat pencurian mobil di kelurahan kampung tengah, kecamatan kramat jati, Jakarta timur bersama dua pelaku lainnya berisial EM dan BA.

Hingga saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut, dan mencoba melacak apakan D hanya berperan sebagai penadah atau aktor utama. Dalam beberapa tahun terakhir pun, masyarakat sudah cukup akrab dengan pelanggaran yang di lakukan oleh penegak hukum, seperti kasus narkoba oleh anggota polisi, korupsi yang dilakukan oknum polri, kasus suap yang menyerek jaksa agung, hingga bentrok antara POLRI dan TNI, juga antara KPK dan POLRI.

Kejadian-kejadian di atas semakin menjauhkan citra positive dan menegaskan citra negative terhadap lembaga penegak hukum oleh masyarakat, juga menimbulkan kebencian dan ketidakpercayaan terhadap penegak hukum, padahal, kepercayaan sangat diperlukan oleh lembaga hukum agar masyarakat merasa tidak didzolimi oleh keputusan-keputusan lembaga tersebut, walaupun ada yang beralasan mereka juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, namun apa jadinya jika hal tersebut terus terulang dan Bagaimana solusianya…?

Solusi tepat

Hal ini menimbulkan spekulasi  bahwa hukuman yang diterima para penegak hukum tidak membuat mereka sadar dan jera, ditambah lagi desakan ekonomi yang tidak mudah, juga nafsu bejat yang tak terkendali. untuk itu solusi jangka pendek diperlukan sesegera mungkin, misalnya para penegak hukum yang melanggar hukum tersebut di beri hukuman yang lebih daripada masyarakat pada umumnya yang setidaknya membuat mereka jera dan taubat dangan taubat yang sebenar-benarnya, juga perlu meyadarkan mereka dengan tausiah-tausiah keagamaan, juga upaya-upaya dari lembaga tersebut agar bisa menjadi panutan dimasyarakat.

Mungkin untuk solusi jangka panjang, lembaga-lembaga penegak hukum harusnya membuat regulasi khusus, misalnya para calon anggota harus di karantina untuk menanamkan nilai-nilai moral, manjauhi suap, kemudian meluruskan niat mereka. Bahwa keberadaan mereka di tempat itu bukan untuk menumpuk pundi-pundi rupiah, mengejar popularitas ataupun status, tapi karena betul-betul ingin memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat  dan mengabdi kepada agama dan Negara. Setelah itu di perlukan lembaga pengawas dan pembimbing yang akan mengawasi dan membimbing mereka agar tak terjerat hukum.lembaga terkait  juga seharusnya tidak menerima anggota karena alasan uang, atau di sogok seperti yang marak terjadi, sehingga kasus-kasus serupa tak lagi terjadi. wallahu a’lam bisshawab

rembulan

rembulan oh rembulan

engkau selalu membawa harapan

dalam mimpi-mimpi kesepian

juga kepada para nelayan

rembulan oh rembulan

hadirmu menentramkan

menghilangkan kegelapan

mengusir kegalauan

tapi…oh rembulan

tidakkah engkau bosan

menyinari dunia dalam kesunyian

hanya bintang dan awan yang kadang menutupi sinarmu

oh rembulan

betapa sabarnya engkau

padahal setiap malam kau saksikan

manusia dengan keserakahannya

muda mudi yang berpacaran dan bergandengan tangan

para pejabat yang tidak puas dngan kekayaannya

juga para pemimpin yang takut kehilangan kekuasaan

tentang manusia yang lupa siapa yang menciptakan

semuanya terjadi dibawah sinarmu

tidakkah kau merasa di manfaatkan

oleh bnyak orang untuk berbuat kejahatan

oh..betapa sedihnya engkau kusaksikan

oh..ku lihat engkau merindukan

masa-masa empat belas abad silam

ketika sebagian manusia di penuhi ketundukan kepada tuhan

lalu mendirikan suatu peradaban

tapi..oh rembulan

itu bukan lah salahmu

manusia memang serakah

manusia memang tak pandai bersukur kepa tuhan

jadi, oh rembulan

janganlah engkau bosan

tuk menyinari malam

dengan sinarmu yang mendamaikan…

langkah rasul membangun peradaban unggul

Saat ini umat islam sedang berada dalam bulan muharram 1437 H, bertepatan dengan November 2015. Muharram adalah bulan pertama dalam urutan bulan-bulan menurut islam atau dalam kelender hijriah, sedangkan tahun hijriah diawali dengan hijrahnya nabi Muhammad SAW dan para sahabat ke kota yatsrib dan menjadi cikal bakal berdirinya peradaban islam yang gemilang diabad-abad selanjutnya.

Itu artinya, bulan muharram adalah bulan yang menjadi saksi bisu bagaimana rasulullah dan para sahabatnya memulai langkah awal di kota yatsrib yang di kemudian hari berganti nama menjadi madinah hingga saat ini.

Maka, marilah kita kembali membuka lembaran-lembaran sejarah tentang apa saja yang rasulullah lakukan diawal hijrahnya dalam cita-citanya membangun peradaban rabbani.

Setidaknya, ada dua aspek yang rasulullah SAW terapkan setibanya di madinah.

Pertama, aspek spiritual dengan membangun masjid. Sebagai mana yang ditulis syeikh shafiyyurrahman al-mubarakfuri dalam sirah nabawiyyah, langkah paling pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid yang kemudian dikenal dengan masjid nabawi, rasulullah SAW terjun langsung dalam pembangunan ini, memindahkan bata dan bebatuan, seraya bersabda, “ya ALLAH, tidak ada kehidupan yang lebih baik dari kehidupan akhirat.” Juga bersabda, “ para pekerja ini bukanlah para pekerja khaibar. Ini adalah pemilik yang paling baik dan palin suci.” Sehingga sabda beliau ini semakin memompa semangat kaum muslimin dalam bekerja, hingga diantara mereka berkata, “jika kita duduk saja, sementara rasulullah bekerja, maka itu adalah tindakan orang sesat.”

Masjid yang didirikan ini nabi bukan hanya untuk melaksanakan shalat semata, tapi juga tempat mengenyam pendidikan bagi semua umat muslim, sebagai balai pertemuan untuk mempersatukan umat islam dan membahas berbagai masalah, juga tempat tinggal kaum muhajirin yang tak membawa harta ke madinah.

Dari secuil paparan diatas, kita bisa mengambil beberapa hikmah, yaitu, bahwa seorang pemimpin haruslah menjadi uswah di tengah masyarakatnya, ikut merasakan apa yang dirasakan rakyatnya dan menjadi penyemangat mereka, seorang pemimpin juga harus dekat dengan rakyat yang dipimpinnya agar semua rakyat tak takut dalam menyampaikan pendapatnya. kemudian, bahwa masjid seharusnya menjadi tempat untuk menyatukan kaum muslimin dari perpecahan, manjadi tempat musyawarah, juga sebagai pusat komando bagi umat islam, karena masjidlah yang paling memungkinkan untuk mempertemukan muslim satu dengan muslim lainnya setidaknya lima kali sehari, itulah rahasia mengapa kaum muslimin harus sholat berjamaah di masjid, hal ini semakin mempertegas peran sentral masjid dalam islam.

Kedua, aspek sosial dengan mempersaudarakan dan mempersatukan kaum muslimin. Setelah rasulullah membangun masjid, rasulullah lalu mengambil tindakan spektakuler, yaitu dengan mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshar.

Tentang hal ini, ibnu qayyim menuturkan, “kemudian rasulullah SAW mempersaudarakan antara orang-orang muhajirin dan kaum anshar di rumah anas bin malik. Mereka yang dipersaudarakan ada Sembilan puluh shahabat, separuh dari muhajirin dan separuhnya dari anshar.”

Beliau mempersaudarakan mereka agar saling tolong-menolong, saling mewarisi harta jika ada yang meninggal dunia di samping kerabatnya, waris-mewarisi antara yang di persaudarakan ini berlaku hingga turun ayat,”orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat (keluarga) itu lebih berhak terhadap sesama (daripada kerabat yang bukan keluarga).” (QS. Al-anfal ayat 75)

Selain itu, makna persaudaraan ini menurut Muhammad al-ghazali adalah agar fanatisme jahiliah menjadi cair dan tidak ada yang dibela selain islam, juga agar perbedaan-perbedaan warna kulit, dan daerah tidak mendominasi, dan agar seseorang tidak merasa lebih unggul dari yang lainnya.

Di samping mempersaudarakan, rasululullah juga banyak menganjurkan persatuan dan  saling tolong menolong di antara umat islam, agar umat islam semakin solid. Di antara hadits-hadits beliau di masa-masa awal hijrah antara lain; Abdullah bin salam berkata, ”tatkala rasulullah SAW tiba di madinah, aku mendatangi beliau, maka aku bisa melihat bahwa wajah itu bukan lah wajah pendusta. Yang pertama kali kudengar dari beliau adalah sabda beliau, “wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali persaudaraan, dan shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR At-tarmidzi, ibnu majah, dan Ad-darimi)

Pada tiga poin awal hadits ini mengandung aspek sosial, sebarkan salam, memberi makanan, dan silaturrahim. Pada saat itu perintah berzakat belum turun, namun bisa jadi hadits ini menjadi cikal bakal disyariatkannya zakat, sebagaimana kita ketahui, di masa nabi, zakat diberikan dalam bentuk makanan, sebagai mana poin kedua hadits ini, itu karena pada saat itu, makanan memang yang paling dibutuhkan. Seiring berjalannya waktu, para ulama memfatwakan bolehnya berzakat dengan uang.

Terlepas dari polemik itu, kita bisa melihat betapa zakat mempunyai peranan penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera, tentram dan damai. sehingga rasulullah sangat memperhatikan masalah ini, bahkan ALLAH SWT selalu menyandingkan masalah zakat dengat shalat dibanyak ayatnya.

Rasulullah juga pernah bersabda, “orang muslim bagi muslim lainnya, tidak boleh mendzalimi dan menelantarkannya, barangsiapa yang berada dalam kebutuhan saudaranya, maka ALLAH SWT akan berada dalam kebutuhannya, barangsiapa menyingkirkan darinya suatu kesudahan, maka ALLAH SWT akan menyingkirkan satu kesudahan dari berbagai macam kesudahan hari kiamat, barangsiapa menurup aib orang muslim, maka ALLAH SWT akan menutup aibnya di hari kiamat.” (HR. muttafaq alaih).

Dari beberapa lembaran sejarah di atas, setidaknya bisa mengambil pelajaran bahwa dalam mencapai cita-cita kita yaitu khilafah, perlu diterapkan sekurang-kurangnya 2 hal, yaitu mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, menjalin silaturrahim, membangun jama’ah, dan bermusyawarah. Hal ini bisa di terapkan dalam 1 perbuatan, yaitu shalat berjama’ah di masjid lima kali sehari. Kemudian yang selanjutnya, seorng muslim harus saling tolong-menolong, mempunyai kepekaan social yang tinggi, mempunyai rasa kasih sayang dan suka berbagi. Hal ini bisa di implimentasikan dengan berzakat.

Maka dari itu marilah kita jadikan hadirnya kita di dalam bulan muharram ini dengan mencontoh apa-apa yang telah beliau lakukan atau marilah kita memulai dari awal, sebelum terlambat, sehingga akan lahir kembali peradaban yang menjamin kesejahteraan masyarakat, keadilan para pemimpin,  dan negara yang makmur sentosa. Wallahu a’lam bisshawab.

ironi umat islam


di atas putihnya kerta

kucoba tuk menulis

ku tuangkan isi hatiku yang teriris

karena keadaan kaum muslimin yang semakin miris

kerena fitnah bahwa islam agama teroris

akhirnya kusalahkan para musuh islam

yang selalu memfitnah islam dengan media yang bermacam-macam

tapi setelah kupikir dalam-dalam

ternyata di antara kita ada musang berbulu ayam

yang menggigit dari dalam

mereka mengaku muslim

tapi menghalalkan yang haram

kata mereka islam tak esuai dengan perkembangan zaman

status gender dan jilbab mereka persoalkan

ide sekuler dan liberalis mereka perjuangkan mati-matian

katanya untuk kemajuan

tapi sebenarnya mereka memundurkan

ke masa sebelum islam , yang menuntun kepada kebenaran

juga mebuat perpecahan

membuat kaum muslimin saling berhadapan

sambil menenteng senjta di tangan

oleh barat mereka adalah harapan

untuk menghancurkan dan memecah belah persatuan

belum lai mereka yang fanatiknya amat sangat

merasa yang mereka lakukan yang paling tepat

yang lain mereka bilang bidah dan sesat

tak mau menerima pendapat

yakin betul golongannya akan selamat

kata mereka “perbedaan adalah rahmat”

tapi terus mendebat

yang menimbulkan dendam kesumat

juga perpecahan di antara ummat

juga para pemimpin yang mengaku paling hebat

kepada amerika mereka ta’at

minyaknya pun di jual kebarat

demi dollar yang berlipat-lipat

padahal hanya di nikmati di dunia yang sesaat

juga dia yang meluncurkan kartu indonesia hebat

problem ekonomi belum juga tamat

menyebabkan banyak yang di pecat

komunis di bentengi rapat-rapat

masyarakat pun semakin melarat

solusi efektif belum juga di dapat

namun, tetap tak mau terapkan syari’at

yang jelas-jelas lebih bermartabat

dari pada sekuler, kapitalis, demokrasi yang di ciptakan barat

yang sebenarnay ingin melumat

kekayaan semua ummat

wahai kaum muslimin

lurus dan rapatkan barisan kalian

berhenti berhadap-hadapan dan fanatik golongan

jalin silaturrahi antara kalian

musuh telah siap melakukan penyerangan

dan kalian..? apa yang akan kalian lakukan

mari..!! teriakkan persatuan

“persatuan, persatuan, persatuan”