ironi umat islam


di atas putihnya kerta

kucoba tuk menulis

ku tuangkan isi hatiku yang teriris

karena keadaan kaum muslimin yang semakin miris

kerena fitnah bahwa islam agama teroris

akhirnya kusalahkan para musuh islam

yang selalu memfitnah islam dengan media yang bermacam-macam

tapi setelah kupikir dalam-dalam

ternyata di antara kita ada musang berbulu ayam

yang menggigit dari dalam

mereka mengaku muslim

tapi menghalalkan yang haram

kata mereka islam tak esuai dengan perkembangan zaman

status gender dan jilbab mereka persoalkan

ide sekuler dan liberalis mereka perjuangkan mati-matian

katanya untuk kemajuan

tapi sebenarnya mereka memundurkan

ke masa sebelum islam , yang menuntun kepada kebenaran

juga mebuat perpecahan

membuat kaum muslimin saling berhadapan

sambil menenteng senjta di tangan

oleh barat mereka adalah harapan

untuk menghancurkan dan memecah belah persatuan

belum lai mereka yang fanatiknya amat sangat

merasa yang mereka lakukan yang paling tepat

yang lain mereka bilang bidah dan sesat

tak mau menerima pendapat

yakin betul golongannya akan selamat

kata mereka “perbedaan adalah rahmat”

tapi terus mendebat

yang menimbulkan dendam kesumat

juga perpecahan di antara ummat

juga para pemimpin yang mengaku paling hebat

kepada amerika mereka ta’at

minyaknya pun di jual kebarat

demi dollar yang berlipat-lipat

padahal hanya di nikmati di dunia yang sesaat

juga dia yang meluncurkan kartu indonesia hebat

problem ekonomi belum juga tamat

menyebabkan banyak yang di pecat

komunis di bentengi rapat-rapat

masyarakat pun semakin melarat

solusi efektif belum juga di dapat

namun, tetap tak mau terapkan syari’at

yang jelas-jelas lebih bermartabat

dari pada sekuler, kapitalis, demokrasi yang di ciptakan barat

yang sebenarnay ingin melumat

kekayaan semua ummat

wahai kaum muslimin

lurus dan rapatkan barisan kalian

berhenti berhadap-hadapan dan fanatik golongan

jalin silaturrahi antara kalian

musuh telah siap melakukan penyerangan

dan kalian..? apa yang akan kalian lakukan

mari..!! teriakkan persatuan

“persatuan, persatuan, persatuan”


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s