plus-minus medsos bagi pelajar

Dewasa ini, teknologi-teknologi modern bin mutakhir sedang ngetren-ngetrennya, segala sesuatu bisa di dapat dengan mudah, hanya dengan menekan sebuah tombol, hal yang kita inginkan tercapai hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. seiring berkembangnya teknologi-teknologi tersebut, media komunikasi dan informasipun berkembang pesat.
Antara manfaat dan mudharat
Hadirnya berbagai macam media semakin mempermudah dalam berkomunukasi dengan dunia yang sangat jauh sekalipun, bisa menambah wawasan tentang dunia, namun hal itu hanya bagi mereka yang mau mengambil manfaat dari berkembangnya media, sebaliknya bagi yang tak kuat imannya, media justru di jadikan alat untuk kejahatan dan keburukan yang bermacam-macam, namun ternyata cerita tentang media tak tamat sampai di situ, para pakar mulai membuat gebrakan-gebrakan heroik, salah satunya mengciptakan “medsos”.
Beberapa tahun terakhir, medsos-medsos bermunculan, bahkan hampir setiap merk handphone punya medsos-nya sendiri, hal ini karena larisnya medsos dipasar internasional, seperti yang kita kenal, ada blackberry massanger, line, cacao talk, whatsup, juga yang sudah lama seperti facebook, twitter, dll.
Umumnya, medsos di gunakan untuk mengobrol dengan orang yang bahkan belum kenal, mengupdate foto diri, bisnis, curhat yang tidak jelas, dll, dan cenderung kepada kesia-siaan, menghabiskan waktu belajar, bahkan tidur.
Pelajar terpapar
Medsos sangat diminati dan disukai oleh semua kalangan, khususnya remaja-remaja yang lagi dalam masa-masa pubertas atau para pelajar. Dampaknya, berita-berita tentang kasus kekerasan, penipuan, penculikan, pemerkosaan, sex online, yang memanfaatkan celah-celah mediapun bermunculan bagai jamur di musim hujan. Parahnya, pelaku ataupun korban kebanyakan dari kalangan pelajar. Hal ini memaksa sebagian lembaga pendidikan khususnya pesantren untuk mengilegalkan medsos bagi para santri-santrinya. Menurut mereka, media-media tersebut lebih banyak mudharatnya(buruknya) dari pada manfaatnya.
Faktanya, ketika seorang pelajar merasa betapa “nikmatnya” chattingan, facebookan, twitteran, bbm-an, mereka tidak lagi peka terhadap sekitarnya. mereka merasa lebih asik berselancar di dunia maya ketimbang dunia nyata. Akibatnya, mereka sulit untuk beradapatasi, bersosialisasi di dunia nyata. Nyatanya, kebanyakan dari penggemar medsos terlalu larut, sehinnga melupakan pelajarannya, teman-temannya, tugas-tugasnya, sehingga prestasinya pun menurun, yang dulunya suka ngumpul kini jarang ngumpul lagi, yang tadinya seneng belajar kini tidak lagi, dll.
Memanfaatkan medsos
Namun, apakah medsos itu penuh dengan keburukan dan tak punya manfaat..?. sebenarnya tidak juga, karena sesunnguhnya medsos, jika dimanfaatkan dengan baik, misalnya untuk mencari informasi, menambah wawasan, maencari pengetahuan baru, maka hal itu akan sunnguh bermanfaat bagi para pelajar khususnya kaum santri.
Memang tidak mudah untuk memanfaatkan medsos untuk kebaikan, karena godaan nafsu internal maupun eksternal memang banyak, sehinnga layaklah medsos itu di ibaratkan seperti dua sisi mata pedang, jika kita menggunakannya dengan benar, maka kita akan mendapat manfaatnya, namun sebaliknya, jika kita salah dalam penggunaannya maka kita juga yang akan menanggung akibatnya.
Maka dari itu, diperlukan peran para guru dalam menumbuhkan kesadaran kepada para muridnya, jangan sampai medsos justru digunakan kepada kejelekan, sehingga kasus-kasus serupa tak terjadi lagi.
Wallahu a’lam bisshawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s