sabar, cara mudah hadapi susah

Dewasa ini, problem-problem yang dihadapi manusia kian banyak dan semakin bervariasi. Misalnya, problem ekonomi, sosial, dan lainnya. Maka, banyak di antara manusia yang merasa tak mampu lalu menyerah dan mengakhiri hidupnya. Akhirnya, media-media informasi banyak diisi oleh berita-berita tentang kasus bunuh diri, membunuh atau membuang anak dan kasus-kasus pembunuhan lainnya, hingga menjajakan diri demi kelangsungan hidupnya. Mereka pada umumnya merasa tak mampu dan tak akan mampu menemukan solusi lain yang akan menyelesaikan masalah yang dihadapinya. padahal is;am sangat mengecam orang yang sengaja mencelakakan dirinya apalagi sampai membunuh diri atau membunuh orang lain dan mengancamnya dengan neraka.

Islam adalah agama kaaffah (menyeluruh), yaitu agama yang mempunyai solusi terhadap semua model masalah yang dihadapi manusia sejak zaman bahula hingga zaman modern bhakan posmodern sekalipun. Kesempurnaan konsep islam tidak lain karena ia memang berasal dari yang maha sempurna, tuhan seluruh alam, pemilik manusia dan yang mengetahui segala sesuatu. Lalu, bagaimana islam memandang masalah ini.? Apakah islam juga mempunyai konsep tentang bagaimana mengahadapi problem-problem dalam kehidupan.? Ya. Tentu saja islam punya. Konsep tersebut adalah sabar.

menurut para pakar Secara etimologi, Sabar berasal dari kata ‘SHABARA-YASBIRU” yang bermakna menahan atau mengekang. Sedangkan secara terminologi adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya dengan syariat dan akal,menahan lisan dari celaan, menahan dari berbuat dosadan sebagainya. Lawan kata dari sabar adalah jaza’u yang berarti keluh kesah atau sedih.

Sebagai seorang muslim, adalah suatu kewajiban untuk menerapkan islam secara kaaffah, termasuk sabar dalam mengahadapi ujuan dan cobaan. Seorang muslim yang sabar percaya bahwa segala cobaan berasal dari Allah SWT untuk mengukur sejauh mana tingkat keimanan kita kepada-NYA. Ia percaya tentang firman Allah dalam surah al-baqarah ayat 155 “dan kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.Sehingga ia akan menghadapi ujian-NYA dengan mengikuti apa yang diinginkan sang penguji, yaitu tuhan yang maha esa. ia juga percaya bahwa seberapa besar pun masalahnya, Allah SWT pasti akan memberi jalan keluarnya. cepat atau lambat.

Lihatlah bagaimana rasulullah mencontohkan sifat sabar dalam segala hal. Sebagai seorang rasul, ia sabar dalam menghadapi umatnya. Banyak kisah yang menunjukkan kesabaran rasulullah SAW, salah satunya, ketika rasulullah SAW pergi ke tha’if untuk menyampaikan risalah-NYA, ia malah di sambut oleh makian, cemoohan bahkan lemparan batu oleh penduduk thaif. Maka rasul pun pergi dari tempat tersebut dan beristirahat di bawah pohon kurma, lalu datanglah malaikat yang menawarkan “bantuan” untuk membalas sikap warga tha’if tersebut dengan meminta izin kepada rasulullah SAW untuk “menimpakan” gunung kepada mereka. Namun tawaran tersebut ditolak oleh rasulullah yang agung.

Lalu, lihatlah para salafusshaleh mengaplikasikan sabar dalam hidupnya. Imam ahmad bin hanbal, karena menolak pemahaman mu’tazilah, ia dipenjara dan disiksa sedemikian rupa. Thariq bin ziyad dalam misinya menaklukkan andalusia, ia dengan sabar menghadapi pasukan yang begitu besar dengan membakar kapalnya agar pasukannya tak lari dari arena jihad.Mereka tentu sangat percaya dengan sabda nabi SAW. “barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan hidupnya, maka aku akan menjadi saksi (pemberi syafaat) baginya di hari kkiamat.” (H.R. at-tirmizi)

Namun sebenarnya, sabar bukan hanya bagi mereka yang sedang ditimpa kesulitan atau musibah, sabar juga berlaku bagi seorang guru terhadap muridnya, seorang murid terhadap gurunya dan sabar dalam menuntut ilmu, seorang pemimpin terhadap sikap orang yang dipimpinnya dan sebaliknya, seorang da’i kepada mad’unya, seorang suami terhadap istrinya dan sebaliknya dan juga seorang hamba dalam mematuhi dan menjauhi larangan-NYA memerlukan kesabaran.

Lihatlah bagaimana umar bin khattab menanggapi keluhan seorang wanita miskin kepadanya di malam hari yang tak tahu bahwa dirinya adalah umar, sang amirul mukminin. Bukannya marah, ia malah bergegas memenuhi kebutuhan wanita tersebut. Ini adalah contoh bagaimana seorang pemimpin bersabar atas yang dipimpinnya. Bagaimana akh samsuddin sabar dalam mendidik muhammad II yang kemudian dikenal sebagai al-fatih. Bagaimana pula kesabaran seorang nabi ayyub dalam menghadapi sikap istrinya yang malah meninggalkannya disaat ia kesulitan dengan penyakitnya, juga nabi ibrahim dan ismail, bagaimana keduanya bersabar melaksanakan perintah Allah yang terdengar tak masuk akal. Itulah sebagian contoh tentang kesabaran selain sabar dengan cobaan kesusahan.

  1. Manfaat sabar

Memiliki sifat sabar akan memiliki banyak manfaat. Selain mendapat jaminan syurga dari Allah SWT dan akan mendapat syafaat dari nabi SAW, ia juga akan lebih santai dalam menjalani hidupnya. Ia akan mengalah demi kemaslahatan bersama. Dengan bersikap seperti itu, ia tak akan memiliki musuh, sebaliknya orang-orang akan senang dengannya.

Dalam mengahadapi cobaan pun, ia tak akan merasa kesulitan. Bahkan ia akan menikmatinya. Ia yakin, dengan kesabarannya, Allah SWT akan membantunya dan menghilangkan kesulitannya lalu menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Ia meyakini bahwa Allah SWT akan selalu bersama orang-orang yang sabar, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’an.

Jika manusia bisa mengaplikasikan sifat sabar di dunia ini, maka bukan mustahil jika kasus-kasus pembunuhan, kekerasan, bunuh diri, pencurian, bahkan pelacuran akan sulit ditemui bahkan tak terjadi lagi. Wallahu a’lam bisshawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s