Zaskia Gotik, HAM Dan Kemerdekaan

            Beberapa hari terakhir, publik tanah air heboh. Gara-garanya, seorang pedangdut, zaskia gotik yang pengen tampil all out dalam sebuah acara di stasiun TV swasta agar penonton bisa tertawa dalam sebuah acara justru menuai kecaman dari berbagai pihak. Saat itu, Zaskia yang ditanya kapan hari kemerdekaan indonesia, ia dengan asal menjawab“32 Agustus”. Kedua, ia juga mengatakan lambang pancasila yang kelima adalah bebek nungging. Tentu saja ia tak bermaksud menghina. Ia hanya bermaksud menghibur penonton. Tapi kecaman publik tak dapat dielakkan. Para netizen pun tak tinggal diam. Beberapa dari merka bahkan mengecam. Lalu, apa yang dapat kita ambil dalam peristiwa mengelikan ini..?

Mari kita bandingkan dengan dua berita ‘hot’ sebelumnya. Pertama, peristiwa penggrebekan oleh Densus 88 di sebuah Taman kanak-kanak yang menurut berbagai pihak tak sesuai prosedur. Peristiwa ini juga merenggut nyawa seorang warga yang dituduh teroris. Ia meninggal saat Densus 88 membawanya dengan mobil. Berita kedua yang juga masih ‘hot’ yaituh isu LGBT. Tentu semua telah tahu berita yang kedua ini. berbulan-bulan ia menghiasi halaman depan media-media. Baik media cetak maupun media elektronik.

Melanggar HAM dan Hukum tuhan

Uniknya, kedua berita di atas yang keduanya melanggar hak manusia dan hukum tuhan masih saja mendapat suara pro. Tak tanggung-tanggung, mereka yang pro bukan kalangan biasa, tapi termasuk kalangan elit. Padahal pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 bukan kali ini saja. Sebelum-sebelumnya pun mereka mendapat kecaman berbagai pihak karena aksinya di poso dan tempat lain. Sementara isu LGBT yang jelas-jelas melanggar hukum tuhan – semua agama menolaknya- juga tak membuat yang pro takut bersuara lantang mendukung hadirnya LGBT dalam masyarakat dengan alasan HAM. Bahkan ada pendukungnya yang sampai berani menantang Tuhan.

Namun, ketika Zaskia Gotik yang hanya keceplosan, semua bersuara satu. Ia dianggap menghina negara. Publik tiba-tiba ganas. Para netizen ikut mem-Beo. Seolah-olah kicauan itu adalah tiupan sangkakala akhir zaman dan akan menjadi ancaman besar bagi mereka. Dari perbandingan ketiga peristiwa ini, kita sebenarnya bisa melihat bahwa di negara ini, batas-batas HAM ditentukan oleh negara. Sementara hak beragama diletakkan dibawah HAM bahkan mengungkungnya. Pantas saja ada yang berani ngomong pancasila lebih mulia daripada Al-qur’an. Bahkan tidak hanya agama. Namun juga peri kemanusiaan dilanggar dengan alasan demi negara. Membingungkan bukan..?. Lalu, di mana kebebasan dan HAM yang selama ini digembor-gemborkan.

Makna kemerdekaan

            Sejenak, lupakan masalah di atas. Mari kita pindah topik. Saya ingin memulainya dengan pertanyaan “apa makna dari ‘kemerdekaan’ bagi anda.?”. kemudian pertanyaan kedua “apakah kita sudah merdeka.?”.

Jika anda memaknai kemerdekaan adalah merdeka dari penjajahan fisik atau kolonialisme, maka pertanyaan kedua tentu bagi anda adalah “ya, kita sudah merdeka.!”. Tapi, apabila anda mengartikan merdeka adalah bebas dari pengaruh asing, maka anda sependapat dengan saya dan jawaban untuk pertanyaan kedua adalah “belum, kita belum merdeka.!”. Lalu apa hubungannya dengan tokoh kita, Zaskia Gotik..?. Mari kita kaji secara mendalam.!

Apa yang dikatakan pencipta Goyang itik ini sebenarnya tak sepenuhnya salah. Setidaknya bagi yang menganggap merdeka berarti bebas dari pengaruh musuh atau asing. Kalimat “32 Agustus adalah hari kemerdekaan kita.” Bisa diartikan bahwa kita tidak atau belum merdeka. Adakah tanggal 32.? Tidak ada bukan. Sementara tanggal 17 Agustus 1945, itu hanyalah ‘seremoni kemerdekaan’. Apa yang diinginkan para pejuang bangsa ini tentu bukan hanya mampunya kita dalam membaca teks proklamasi, punya bendera sendiri, punya pancasila, UUD, dan teks-teks lain. Tapi lebih daripada itu. Para pahlawan bangsa pasti berharap dengan dibacanya teks proklamasi sebagai tanda ‘merdeka’, maka bangsa ini mampu Berdikari (Berdiri di atas kaki sendiri) atau mandiri. Baik itu secara politik, idealisme, ekonomi, pengelolaan Sumber daya alam dan lain-lain. Nah, sudahkan kita seperti yang diharapkan the founding father bangsa ini. soekarno dulu begitu berani dengan Amerika. Sekarang.? Kita malah hidup dibawah ketiaknya. Soeharto dulu sangat ganas dengan komunis yang menorehkan sejarah kelam bagi bangsa ini. Sekarang para pemimpin kita malah berkawan dengannya. Bahkan menghapus fakta sejarah mereka.

Lihat pasar kita, mini market, super market hingga mall kita.! Bandingkan berapa persen produk asing dan berapa persen produk dalam negeri. Perhatikan problem-problem mengkhawatirkan disekeliling kita. Narkoba dimasukkan oleh orang asing kenegara ini. lalu kita yang kena imbasnya. Seks bebas, gaya hidup individualis, pemikiran liberalis, kapitalis adalah produk barat yang menjajah kita.!. Mata uang kita pun bergantung dengan mata uang asing. Sumber-sumber daya alam kita dikeruk asing. Minyak, emas, nikel, hutan dan lainnya tidak kita kuasai.

Lalu, dari fakta di atas, masihkah kita ngotot bahwa kita sudah sepenuhnya merdeka.? Seberapa besar pengaruh pribumi jika dibandingkan dengan pengaruh asing.? Lalu apa salahnya Zaskia Gotik.? Toh itu hanya guyonan. Mending kita ngurus hal lain yang lebih penting.

Jangan berlebihan

            Ketiga berita di atas pada intinya berakar pada satu kata. ‘berlebihan’. Densus 88 seringkali bersikap berlebihan dalam penanganan terorisme. Pendukung LGBT berlebihan dalam memaknai HAM. Sementara publik berlebihan dalam merespon guyonan Zaskia Gotik tanpa memaknai kata-katanya. Padahal Agama secara tegas menolak sikap berlebihan. Sebaik-baik urusan adalah pertengahan. Wallahu ‘alam bisshawab                   

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s