Presiden Dalam Sehari, Provokasi aja ah.!

“jika kamu punya kesempatan mengganti pak jokowi dalam sehari, apa yang akan kamu lakukan demi Indonesia yang lebih baik.?”

                Hahaha, pertanyaan unik, menarik, ngawur tapi sulit dan menantang. Sehari adalah waktu yang singkat untuk menuntut perubahan dalam skala besar dan luas, sebesar Indonesia, seluas nusantara. Wow.  Perubahan perlu waktu, sehari tak akan cukup. Tapi sebagai seorang presiden, mungkin sehari cukup untuk memulai dan memacu perubahan. Walau hasilnya belakangan. Jadi kalau misalnya, pak jokowi tiba-tiba nunjuk saya (hahaha, kenal aja nggak) mengggantikan beliau, apa yang mesti saya lakukan. Blusukan? Gak ah, indonesia terlalu besar untuk didatangi, paling-paling waktu lebih banyak di jalan dan Cuma ngabisin uang. Reshuffle kabinet? Gak perlu, menteri sekarang berkualitas kok,hehe, tunggu waktu aja. Trus mau ngapain?, gak takut loe kalau di akhirat nanti ditanyain ma tuhan “Faruq, apa yang kamu akukan ketika menjadi presiden, pertanggung-jawabkan kepemimpinanmu!”, masa saya jawab,”maaf tuhan, waktu saya Cuma sehari, Cuma bisa di pake minum kopi di pantai bali, coba setahun-dua tahun, pasti saya gunakan dengan baik.”  (jadi kemana-mana dah bahasannya).

Yah, kalau saya benar-benar dipercaya jadi presiden selama sehari, saya hanya gunakan untuk memprovokasi. (ha, mau revolusi?) gak kok. Jangan salah paham dulu. Provokasi yang saya maksud adalah provokasi yang positive. Pertama, setelah dilantik, saya akan mengumpulkan pejabat pemerintah tingkat atas dan militer, mulai dari menteri, DPR, Polri, TNI, kemudian memprovokasi mereka agar bersatu. Jangan saling sikut-sikutan, tengkaran apalagi korupsi uang rakyat. Karena persatuan pangkal kedamaian. Saya juga akan membahas masalah pendidikan. Utamanya pendidikan karakter atau revolusi mental, itu perlu dimaksimalkan. Memprovokasi mereka agar membuat undang-undang yang pro-rakyat, yang memajukan pribumi. Setelah itu, saya akan menuju GBK. Bukan buat nonton bola! Saya akan pidato di sana. Tapi sebelumnya, saya meminta seluruhs tasiun televisi menyiarkan pidato saya. (itung-itung, buat ngenalin wajah saya yang gagah dan suara saya juga keren, hahaha). Bagaimana pun, kekuatan sebuah Negara itu pada rakyatnya. Kalau Negara mau maju, rakyat harus maju duluan.

Di GBK, saya akan memprovokasi pendengar yang di stadion dan yang lagi takjub di depan televise melihat saya. (udah mulai mimpi nih). Saya akan bilang bahwa persatuan adalah harga mati untuk kemajuan. Mengajak masyarakat untuk bersatu, menggalakkan kembali budaya yang mulai hilang, budaya gotong royong. Kemudian, saya akan memprovokasi rakyat agar menjadi pribadi terdidik. Menegaskan bahwa saatini,  pemerintah punya program revolusi mental dan tak akan sukses jika rakyat tak pro-aktiv. Selanjutnya saya menjelaskan bahwa antara guru, orang tua, tokoh masyarakat serta masyarakat seluruhnya harus saling bersinergi untuk membentuk karakter generasi bangsa. Control social harus dibangun. Provokasi selanjutnya saya khususkan kepada para pemuda bangsa. Bahwa di tangan merekalah nasib bang saini di masa depan. Bahwa pemerintah butuh pemuda-pemudi berkarakter untuk memajukan negeri. Pemuda jangan sampai terjebak oleh narkoba. Dan jangan mau mati sebelum berkarya dan berprestasi. Yang paling akhir saya memprovokasi pejabat Negara dari tingkat RW hingga Gubernur untuk menjadi teladan dan serius mengurus rakyat, terutama masalah persatuan dan pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal.

Harapannya, dengan pidato saya, rakyat mendidih darahnya, terpacu otaknya dan mulai bergerak untuk menyongsong perubahan dengan caranya masing-masing. Kemudian para pemuda meledakkan dirinya dengan prestasi dan karya, bukan dengan bom. Hahaha. (ngomong sih gampang).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s