Agar Sombong Menjauhi Hati

Sombong adalah salah satu penyakit hati yang banyak bercokol di hati manusia. Setiap orang berpotnsi terjangkit penyakit ini. Sebabnya pun bermacam-macam. Mulai dari nasab (keturunan) hingga banyaknya harta. Mulai dari merasa berilmu hingga merasa berkuasa. Padahal sikap sombong, selain akan mengundang murka Allah SWT, juga menjadi sebab menjauhnya orang lain dari sang penyombong. Dan pastinya, ending dari orang-orang yang berpenyakit seperti ini sangat buruk, di dunia tak disukai, di akhirat sengsara. Bahkan Rasulullah pernah bersabda bahwa tak akan masuk surga orang yang di hatinya terdapat penyakit sombong, walau hanya sebesar biji zarrah.
Demi menjauhkan sifat ini dari dalam hati, ulama’ telah memberi tips yang mesti dilakukan seorang muslim. Tiga di antaranya ialah;
Pertama, mengingat asal kita.
Yaitu memikirkan darimana diri ini berasal. Allah SWT berfirman dalam Qur’an surah Ath-thaariq ayat 5-7 yang artinya: “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.”
Dalam surah ‘abasa ayat 18-19, Allah SWT berfirman “Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.”
Dengan demikian, diharapkan kita berfikir tentang asal-usul kita yang sama. Yaitu dari air mani yang hina. Sehingga walau kita memang memiliki derajat yang tinggi, kita tak terpikir untuk merendahkan orang lain yang secara sosial derajatnya jauh dibawah kita.
Kedua, mengingat kematian.
Tentang kematian, Allah SWT berfirman, “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jumu’ah: 8).
Perenungan yang mendalam tentang kematian akan menjadikan seseorang menjauhi hal-hal yang dimurkai Allah SWT termasuk kesombongan. Bahwa ketika mati, segala sesuatu yang dengannya kita merasa bangga, seperti harta melimpah, ilmu yang banyak, nasab (keturunan) yang mulia, jabatan yang tinggi, tidak akan kita bawa menuju alam kubur. Satu-satunya yang menemani adalah amal kita. Jika kita banyak melakukan kebaikan dengan kelebihan-klebihan tersebut, maka beruntunglah kita. Sebaliknya, jika kelebihan-kelebihan tersebut justru menjadikan kita sombong, maka hal tersebut akan menjadi alasan tersiksanya kita di alam kubur kelak. Padahal tak ada satu makhluk pun yang akan lolos dari kematian sebagaimana firman Allah SWT tersebut.
Ketiga, sering-seringlah bergaul dengan kaum lemah, miskin atau yang di bawah kita.
Rasulullah SAW sebagai teladan seorang muslim telah mencontohkan bagaimana ia bersikap. Walau ia adalah seorang nabi yang mulia, tapi, Ia tak segan bergumul dengan orang-orang miskin dan para budak yang kala itu dipandang sebagai kasta rendahan.
Dalam satu riwayat beliau sampai-sampai pernah makan di atas tanah tanpa alas bersama sahabat. Pun demikian dengan para sahabat dan ulama’ salaf. Seorang ulama’ salaf pernah melatih diri dengan makan dan ngobrol bersama para penjual di emperan pasar. Padahal ia sangat terpandang di mata umat.
Membiasakan diri dengan sesuatu yang dipandang rendah ini akan melunturkan sifat sombong dan bangga diri dalam hatinya. Sebaliknya, akan tumbuh rasa rendah diri dan rasa syukur kepada Allah SWT terhadap apa yang diberikan kepada kita. Kita akan merasa bahwa apa yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT untuk menguji sejauh mana keimanan kita.
Demikianlah tiga tips cerdas demi menjinakkan penyakit sombong yang merusak hati. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk melakukannya lalu istiqamah di jalan kebenaran. Wallahu a’lam bishshawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s