Muslim Ekor Singa

 

Lebih baik menjadi Kepala kucing daripada Ekor singa.

Di mana dan kapanpun, kepala selalu menjadi hal yang sangat penting dan menentukan. Betapa tidak, di kepala berkumpul bagian-bagian penting dari tubuh. Mata sebagai indra penglihatan, hidung si indra penciuman, telinga sang pendengaran, lidah si pengecap dan otak sang pemikir dan pembuat keputusan semua bermarkas di kepala. Sebaliknya, ekor di beri posisi paling belakang. Hampir menjadi bagian yang tak memiliki peran dan tak begitu berharga. Hanya sebagai pelengkap atau hiasan. Bahkan cicak seringkali mengorbankan ekornya ketika dalam bahaya. Baginya, ekor diciptakan untuk dikorbankan. Burung kasuari, merak dan cendrawasih sedikit lebih beruntung karena di beri ekor yang indah. Tapi justru karena sebab itu, mereka di buru. Hanya karena ekor, mereka meregang nyawa. Pun juga dengan ekor singa. Walau termasuk dalam bagian hewan yang ditakuti, ekor tetaplah ekor. Tempatnya di belakang dan hanya mengikuti maunya kepala.

Itu baru contoh dari hewan. Dalam sistem manusia, kepala selalu identik dengan pemimpin ataupemilik ide. Seperti kepala polisi, kepala sekolah, kepala organisasi bahkan kepala pencuri atau kepala mafia. Sementara ekor identik dengan hal buruk. Pengekor dan tukang mengekor adalah dua contohnya. Kepala merefrentasikan sebuah kelompok sementara ekor  merefrentasikan penjiblak.

Deskripsi di atas hanyalah suatu pengantar untuk meloncat kepada pembahasan ini artikel ini. Yaitu tentang bangsa ekor singa. Mayoritas umat Islam tampaknya masuk dalam kategori tersebut. Padahal sebelumnya, terutama diabad pertengahan, umat ini adalah raja. Masa dimana kaum muslim betul-betul terasa pengaruhnya. Masa ketika hampir tak ada kejadian yang Islam tak terlibat di dalamnya.Ketika itu, kemajuan yang dicapai dunia adalah berkat Islam yang diamalkan secara kaffah.Itu dulu, ketika era kolonialisme belum di proklamirkan barat. Ketika Amerika dan Barat belum menjadi penguasa dunia (Baca: singa dunia). Ketika muslim punya identitas yang jelas.

Seiring berjalannya waktu, umat muslim mulai kehilangan semangat dalam berislam dan sangat cinta dunia dan takut mati. Akibatnya, Barat yang ‘baru bangun’ dari tidur panjangnya tiba-tiba menjadi ganas. Negeri-negeri kaum muslimin dijajah seenaknya sendiri. Era ini dikenal dengan era kolonial. Celakanya, kolonialisme juga membawa budayanya untuk dikenalkan kepada kaum muslim. Sejak saat itulah, kebanyakan umat muslim menjadi ekor singa. Negeri-negeri muslim mulai meninggalkan konsep Islam dan mepraktekkan konsep yang lahir dari otak ‘singa’. Konsep sekularisme, demokrasi, hermeneutika, kapitalis diimpor ke negri-negri muslim dan dijadikan konsep bernegara.

Mustafa Kemal Attaturk, Nasr Abdul Hamid Abu Zayd, M. Syahrur, M. Arkoun adalah sederet nama yang mempelopori gerakan ‘Muslim ekor singa’ tersebut. Khususnya di bidang pemikiran dan konsep. Beralasan ingin memajukan Islam yang terbelakang pada zaman modern, mereka kemudian seolah-olah memberi solusi. Berbagai argumen mereka lontarkan. Mulai dari penafsiran kembali Al-Qur’an hingga Al-Qur’an produk budaya dan telah terkontaminasi kepentingan politik. Al-Qur’an menjadi bahan kritik mereka (desakralisasi). Mereka seakan kepincut dengan Barat yang maju karena meninggalkan Bible mereka, atau setidaknya menafsirkan ulang Bible. Padahal, problem yang dialami barat bersama Bible sangat kontras dengan yang dialami muslim dengan Al-Qur’annya.

Ironisnya, banyak muslim yang terpengaruh pada pemikiran mereka hingga jadilah negeri-negeri mereka negeri ekor yang mengikuti kemanapun si kepala pergi. Tentu saja, tersebab itulah kaum muslim terbelakang. Pernahkah anda melihat ekor di depan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s