MAKALAH “METODOLOGI PENELITIAN”

MAKALAH

 

 MACAM-MACAM METODELOGI PENELITIAN

Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Metodelogi Penelitian”

Dosen Pengampu  Drs. Mahmudi

logo stail.jpg 

Disusun Oleh: 

  1. Faruq
  2. Fandi Waluyo
  3. Arjun

 

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN AL-HAKIM

PONPES HIDAYATULLAH SURABAYA

T.A2016-2017

KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita kesempatan, kesehatan, waktu luang serta fasilitas sehingga kami mampu merampungkan makalah ini tanpa ada kesulitan yang berarti. Salam serta shalawat kepada suri tauladan sekaligus nabi terakhir yang diutus untuk seluruh manusia, Muhaammad SAW. Yang telah berjuang maksimal demi agama Islam ini.

Makalah ini kami buat sebagai pemenuhan tugas mata kuliah ‘Meodelogi Penelitian’ di kampus STAIL. Ucapan terimakasih kami haturkan kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pembuatan makalah ini.

  • Kepada Bapak Drs. Mahmudi, terima kasih atas bimbingannya
  • Kepada pengurus Perpusda, terima kasih atas buku-bukunya
  • Kepada teman-teman STAIL, terima kasih telah mendukung pembuatan makalah ini

Tentunya, tanpa bantuan dan peranan seluruhnya, pembuatan makalah ini tak akan berjalan sebagaimana mestinya. Semoga Allah membalas kebaikan kita semua. Amiin.

Namun, sebagai manusia yang tak terlepas dari kesalahan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan, baik itu ejaan, kekurangan huruf, kesalahan kalimat, ataupun format dll. Untuk itu, saran serta kritik yang membangun  sangat kami harapkan sebagai pertimbangan pembuatan makalah selanjutnya.

Terlepas dari itu semua, besar harapan kami, makalah ini dapat membantu dalam perkuliahan ‘metodelogi penelitian’ sebagai referensi bagi teman-teman mahasiswa maupun dosen. Sekian.

 

 

 

DAFTAR ISI

 BAB I  PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan

 

BAB II  PEMBAHASAN

  1. Metode Penelitian
  2. Sekilas tentang metode penelitian

 

  1. Jenis-Jenis Penelitian
  2. Berdasarkan bidang penelitian
  3. Berdasarkan tujuan penelitian
  4. Berdasarkan metode penelitian
  5. Berdasarkan tingkat ekplanasi penelitian
  6. Berdasarkan waktu penelitian

 

  1. Macam-Macam Metode Penelitian
  2. Macam-Macam Metode Penelitian Kuntitatif
  3. Macam-Macam Metode Penelitian Kualitatif

 

BAB III  PENUTUP

  1. KESIMPULAN

 

 

 

 

 

 

BAB I

Pendahuluan

  1. Latar belakang

Sebagai mata kuliah, metodelogi penelitian sangat penting untuk menjadi rujukan para mahasiswa dalam melakukan penelitian di semester akhir, yaitu pembuatan skripsi. metodelogi penelitian menjadi pijakan bagi calon sarjana untuk mengembangkan penelitian mereka, sehingga jadilah mata kuliah ini teramat menentukan model skripsi sebagai tugas akhir sarjana S1.

Salah satu yang perlu didalami oleh mahasiswa adalah bahasan mengenai macam-macam metode penelitian yang menjadi focus bahasan pada makalah kami. Itulah sebabnya kami berusaha membuat makalah ini semaksimal yang kami bisa.

Semoga makalah ini bisa memberi penjelasan kepada kita semua terkait macam-macam metode penelitian sebagaimana yang diharapkan.

  1. Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu ;

  • Apa sajakah macam-macam metode penelitian kualitatif?
  • Apa sajakah macam-macam metode penelitian kuantitatif?
  • Apa perbedaan antara macam-macam metode penelitian?
  • Apa kelebihan serta kekurangan antara masing-masing metode penelitian?

 

  1. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini yakni;

  • Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah metodelogi penelitian
  • Sebagai bahan referensi mata kuliah metodelogi penelitian
  • Menjelaskan macam-macam metode penelitian

 

 

 

 

 

 

BAB II

Pembahasan

A. Metode Penelitian

  1. Sekilas tentang metodelogi penelitian

Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24).

Sedangkan pengertian penelitian, diantaranya :

Research is a systematic attempt to provide answer to questions. Such answer may be abstract and general as is often the case in basic research or they may be highly concrete and specific as is often the case in applied research. ( Tuckman 1978 : 1)[1]

Berdasarkan definisi di atas secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan cara-cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang di teliti. Kata sistematis merupakan kata kunci yang berkaitan dengan metode ilmiah yang berarti adanya prosedur yang ditandai dengan keteraturan dan ketuntasan.[2] Secara lebih detail, davis (1985) memberikan karakteristik suatu metode ilmiah sebagai berikut:

  • Metode harus bersifat kritis dan analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk masalah tersebut.[3]
  • Metode harus bersifat logis, yaitu adanya metode yang digunakan untuk memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional didasarkan pada bukti-bukti yang tersedia.[4]
  • Metode bersifat obyektif, yakni obyektivitas itu menghasilkan penyelidikan yang dapat di contoh oleh ilmuan lain dalam studi dan kondisi yang sama.[5]
  • Metode harus bersifat konseptual dan teoritis; oleh karena itu, untuk mengarahkan proses penelitian yang dijalankan, peneliti membutuhkan pengembangan konsep dan struktur teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.[6]
  • Metode bersifat empiris, yaitu metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.[7]

 

  1. Jenis-Jenis Penelitian

Terdapat banyak jenis penelitian, antara lain;

  1. Berdasarkan bidang penelitian
  • Akademis
  • Professional
  • Institusional
  1. Berdasarkan tujuan penelitian
  • Murni
  • Terapan
  1. Berdasarkan metode penelitian
  • Survey
  • Expostfacto
  • Eksperiment
  • Naturalistic
  • Policy research
  • Action research
  • Evaluasi
  • Sejarah
  • R & D
  1. Berdasarkan tingkat ekplanasi penelitian
  • Deskriptif
  • Komparatif
  • Asosiatif
  1. Berdasarkan waktu penelitian
  • Cross sectional
  • Longitudinal

Selain itu, metode penelitian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan tingkat kealamiahan.[8]

 

  1. Macam-macam metode penelitian

Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian (inquiry), menghimpun data, mengadakan pengukuran, analisis, sintesis, membandingkan, mencari hubungan dan menafsirkan hal-hal yang bersifat teka-teki.[9]

Banyak metode penelitian atau model rancangan penelitian yang biasa digunakan dalam penelitian bidang sosial dan pendidikan. Mcmillan dan Schumacher (2001) memulai dengan membedakannnya antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Dalam pendekatan kuatitatif, dibedakan pula antara penelitian eksperimental dan non-eksperimental. Demikian pula dalam penelitian kualitatif, dibedakan antara kualitatif interaktif dan non-interaktif.[10]

  1. Macam-macam metode penelitian kuantitatif

Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivism yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi ojektifitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistic, struktur dan percobaan terkontrol.[11]

Orang yang berjasa dalam pengembangan filsafat positivistic diantaranya ialah August Comte (1798-1857). Perkembangan berikutnya positivistic mendominasi filsafat ilmu pengetahuan terutama pada awal abad ke 20 an.[12]

Menurut aliran posivistik, khususnya ilmu pengetahuan kealaman, harus memiliki dua kriteria penting yaitu ekplanatori dan prediktif. Kriteria ekplanatori berkaitan dengan penjelasan sedangkan kriteria prediktif berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Artinya, hasil suatu penelitian mempunyai daya ramal yang tinggi.[13]Berdasarkan dua criteria tersebut, maka semua ilmu pengetahuan harus memiliki sifat-sifat tertentu;

  1. Objektif, artinya teori-teori tentang semesta haruslah menjelaskan apa adanya yang tidak dapat dipengaruhi oleh apapun sehingga sifatnya harus bebas nilai.[14]
  2. Fenomenalisme, yaitu ilmu pengetahuan hanya bicara tentang sesuatu yang dapat diamati atau dapat diindra atau berdasarkan data.[15]
  3. Reduksionisme, artinya segala sesuatu, yakni data yang ditemukan mesti dapat direduksi menjadi fakta-fakta yang jelas, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan.[16]
  4. Naturalism, artinya alam semesta itu adalah objek-objek yang bergerak secara mekanis dan tetap berdasarkan hokum-hukum tertentu.[17]

Ada beberapa macam metode penelitian yang termasuk dalam penelitian kuantitatif yang bersifat non-eksperimental, yaitu metode; deskriptif, survey, eksposfakto, komparatif, kolerasional, dan penelitian tindakan.[18]

  1. Deskriptif

Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau yang telah lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya.[19]

Contoh pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan penelitian deskriptif antara lain, Bagaimana sikap penduduk yang tinggal di pegunungan terhadap kemoderenan?, Berapa jam rata-rata para siswa belajar secara mandiri? Dll.

Penelitian ini tidak hanya bisa mendeskripsikan sesuatu keadaan saja, namun juga mendeskripsikan keadaan pada tahapan-tahapan perkembangannya atau penelitian perkembangan (developmental studies). Contohnya yaitu perkembangan pendidikan di sebuah desa; sebelum ada sekolah, setelah ada sekolah, sebelum dan setelah pergantian metode pembelajaran, dan sebagainya.

Dalam penelitian perkembangan, ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang waktu dan ada yang bersifat cross sectional atau potongan waktu/ satu tahapan saja.

  1. survey

Penelitian model ini digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topic atau isu-isu tertentu. Ada tiga karakteristik utama dari survey: a) informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan beberapa aspek atau karakteristik tertentu, seperti; kemampuan, sikap, kepercayaan, pengetahuan dari populasi, b)dikumpulkan mealui pengajuan pertanyaan (umumnya tertulis walaupun bisa juga lisan) dari suatu populasi, c) informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi.[20]

Tujuan utama dari survey adalah mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi. Pada dasarnya yang ingin dicari peneliti adalah bagaimana anggota dari suatu populasi tersebar dalam satu atau lebih variabel, seperti usia, etnis, jenis kelamin, agama dll. Seperti halnya metode deskriptif, survey juga ada yang bersifat longitudinal dan cross sectional.

  1. Ekspos Fakto (exspost facto research)

Penelitian ini meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab-akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi. Adanya hubungan sebab-akibat didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variabel disebabkan atau dilatarbelakangi oleh variabel tertentu atau mengakibatkan variabel tertentu. Umpamanya pelatihan meningkatkan pengetahuan atau kemampuan para peserta, gizi yang cukup pada waktu ibu hamil menyebabkan bayi sehat, koperasi yang sehat dapat meningkatkan kesejahteraan para anggota-anggotanya.[21]

Penelitian ekspos fakto mirip dengan penelitian eksperimen, tetapi tanpa ada pengontrolan variabel dan biasanya juga tak ada pra tes. Penelitian ini dapat dilakukan dengan baik dengan menggunakan kelompok pembanding. Kelompok pembanding yang dipilih harus memiliki karakteristik yang sama tetapi melakukan kegiatan program atau kejadian yang berbeda. Missal, sejumlah keluarga yang memiliki ekonomi sama, kelompok satu sangat memerhatikan gizi bayi mereka, sedang kelompok pembandingnya tidak terlalu peduli dengan gizi bayi mereka. jika bayi dari keluarga yang perhatian terhadap gizi lebih sehat dari bayi dari keluarga yang tidak peduli terhadap gizi bayi mereka, maka dapat diperkirakan penyebabnya adalah masalah gizi.

  1. Penelitian Komparatif

Penelitian macam ini ditujukan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih dari dua kelompok ada perbedaan dalam aspek atau veriabel yang teliti. Dalam penelitian ini tak ada pengontrolan variabel maupun manipulasi/perlakuan dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alamiah, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrument yang bersifat mengukur. Hasilnya dianalisis secara statistic untuk mencari perbedaan antar variabel-variabel yang diteliti. Penelitian ini juga dapat memberikan hasil yang terpercaya, selain karena menggunakan instrument yang sudah diuji, juga karena kelompok-kelompok yang dibandingkan memiliki karakteristik yang sama ataupun hamper sama.[22]

  1. Penelitian Korelasional

Tujuan penelitian model ini ialah mencari hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Hubungan antara satu dengan beberapa variabel lain dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian (signifikansi) secara statistic. Adanya korelasi antara dua veriabel atau lebih, tidak berarti adanya pengaruh atau hubungan sebab-akibat dari satu veriabel terhadap veriabel lainnya. Korelasi positif berarti nilai yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan dengan nilai yang tinggi pada veriabel lainnya. Korelasi negative berarti nilai yang tinggi dalam satu variabel berhubungan dengan nilai yang rendah dalam veriabel lain.[23]

Penelitian korelasi berbeda dengan penelitian eksperimen. Perbedaan tersebut terletak pada tujuan dan proses penelitiannya. Kalau pada eksperimen, tujuan yang hendak ditemukan adalah ada atau tidaknya pengaruh suatu perlakuan terhadap sesuatu atau biasa dikatakan pengaruh ‘x’ terhadap ‘y’. Sedangkan penelitian korelasi lebih kepada pertanyaan “apakah kenaikan variabel ‘x’ juga diikuti kenaikan veribel ‘y’ atau sebaliknya?”. Contoh, penelitian tentang kebiasaan membaca (variabel X) dengan prestasi belajar (variabel Y). Apakah ada peningkatan antara semakin sering membaca dengan prestasi belajar?

  1. Penelitian tindakan (action research)

Penelitian tindakan bertujuan pada pemecahan masalah atau pebaikan. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan penelitian tindakan.[24] Contoh penelitian ini antara lain; para guru yang mengadakan pemecahan masalah yang terjadi di dalam kelas, atau kepala sekolah yang melakukan perbaikan manajemen sekolah.

Penelitian tindakan juga biasa dilakukan dengan meminta bantuan para ahli. Penelitian tindakan seperti ini diklasifikasikan sebagai penelitian tindakan kolaboratif (collaborative action research) {Oja & Sumarjan, 1989, Stinger, 1996}. Penelitian tindakan kolaboratif selain diarahkan kepada perbaikan proses dan hasil, juga bertujuan meningkatkan kemampuan para pelaksana, sebab penelitian kolaboratif merupakan bagian dari program pengembangan staf.

 

  1. Penelitian dan pengembangan (research and development)

Penelitian dan pengembangan merupakan metode untuk mengembangkan dan mengkaji suatu produk (Borg, W.R & Gall, M.D. 2001). Metode ini banyak digunakan di dunia industry demi mengevaluasi dan menyempurnakan produk-produk mereka. biasanya juga untuk mengembangkan produk baru.[25]Dalam bidang pendidikandapat digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, kurikulum, evaluasi, manajemen, pembinaan staf dll.

Secara garis besar, ada tiga tahapan penelitian dan pengembangan. Pertama, studi pendahuluan, yaitu mengkaji teori dan mengamai produk atau kegiatan yang ada, kedua, melakukan pengembangan produk atau program kegiatan baru, dan ketiga, menguji atau memvalidasi produk atau proggam kegiatan baru.

  1. Eksperimen

Eksperimen adalah metode peneltian yang bertujuan untuk menjelaskan dan meramalkan yang akan terjadi pada suatu variabel manakala diberikan suatu perlakuan tertentu pada variabel lainnya. Ada beberapa ciri dalam penelitian eksperimen.[26]

Pertama, eksperimen berhubungan dengan populasi dan sampel penelitian. Artinya perlakuan yang diberikan baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok control adalah pada sejumlah anggota sampel (bagian dari populasi) yang ditarik dengan tehnik sampling tertentu sehingga anggota sampel tersebut bersifat representative atau menyimpulkan seluruh anggota populasi.

Kedua, eksperimen juga berkaitan dengan hipotesis. Artinya, sebelum mengolah data, peneliti mengajukan hipotesis, selanjutnya data diolah untuk menerima atau menolah hipotesis tersebut. Dengan demikian, hipotisis mutlak harus dirumuskan dalam eksperimen.

Ketiga, eksperimen berkaitan dengan penelitian yang diarahkan untuk melihat ada tidanya pengaruh perlakuan (variabel x/variabel bebas) terhadap variabel ‘y’ atau variabel terikat.

  1. Macam-macam metode penelitian kualitatif

Penelitian Kualitatif (Qualitative research) adalah suatu penelitian yang bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi atau pemikiran orang secara individual maupun kelompok.

Pijakan penelitian kualitative adalah naturalistic dan antara peneliti dan yang di teliti bersifat interaktif, tidak bisa dipisahkan, suatu kesatuan terbentuk secara simultan dan bertimbal balik, tidak mungkin memisahkan sebab-akibat, dan penelitian ini melibatkan nilai-nilai.

Tujuan kualitatif memiliki dua tujuan, yaitu menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain).

Ada lima macam metode kualitatif interaktif yaitu:

  1. Studi Etnografik ( Ethnograpic Studies)

Studi Etnografik mendeskripsikan dan menginterpretasikan budaya, kelompok sosial atau sistem. Meskipun makna budaya itu sangat luas tetapi studi etnografik biasanya dipusatkan pada pola-pola kegiatan, bahasa, kepercayaan, ritual, dan cara-cara hidup. Proses penelitian etnografik dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup lama, bentuk observasi dan wawancara secara alamiah dengan cara partisipan, dalam berbagai bentuk kesempatan kegiatan, serta mengumpulkan dokumen-dokumen dan benda-benda (artifak).

Hasil akhir penelitian bersifat komperensif, suatu naratif deskriptif yang bersifat menyeluruh di sertai interpretasi yang mengitegrasikan seluruh aspek-aspek kehidupan dan menggambarkan kompleksitas kehidupan tersebut.[27]

 

  1. Studi Historis (Historical Studies)

Studi Historis meneliti peristiwa-peristiwa yang telah berlalu. Peristiwa-peristiwa sejarah direka-ulang dengan menggunakan sumber data primer berupa kesaksian dari pelaku sejarah yng masih ada, kesaksian tak sengaja yang tidak dimaksudkan untuk disimpan, sebagai catatan atau rekaman, seperti peninggalan-peninggalan sejarah, adan kesaksian sengaja berup catatan dan dokumen-dokumen. Penelitian historis menggunakan pendekatan, metode dan materi yang mungkin sama dengan penelitian etnografis, tetapi dengan fokus, tekanan dan sistematika berbeda. Beberapa peneliti juga menggunakn pendekatan dan metode ilmiah (positivistis) seperti mengadakan pembatasan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan dan analisis data, uji hipotesis dan generalisasi walaupun sudah tentu dalam keterbatasan waktu: kegiatan, peristiwa, karakteristik, nilai-nilai, kemajuan bahkan kemunduran, dilihat dan dikaji dalam konteks waktu.[28]

 

  1. Studi Fenomenologis (Phenomenological Studies)

Fenomenologi mempunyai dua makna, sebagai filsafat sains dan sebagai metode pencarian (penelitian). Studi fenomenologis mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan. Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tarsebut.

Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam yang lama dengan partisipan wawancara diarahakan pada pemahaman tentang persepsi dan sikap-sikap informan terhadap pengalaman hidupnya sehari-hari.[29]

 

  1. Studi Kasus (case studies)

Merupakan Penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan sistem’’. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu. Studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahan untuk menghimpun data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari kasus tersebut.

 

  1. Teori Dasar (grounded theory)

Merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau minimal menguatkan terhadap suatu teori. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif memberikan deskripsi yang bersifat terurai, tetapi dari deskripsi tersebut diadakan abstraksi atau inferensi sehingga diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang mendasar yang membentuk prinsip, dalil atau kaidah-kaidah. Penelitian ini dilaksanakan dengan berbagai tehnik pengumpulan data, diadakan cek ricek kelapangan, studi perbandingan antar kategori, fenomena dan situasi melalui kajian induktif, deduktif dan verifikasi samapi pada titk jenuh.[30]

 

  1. Studi Kritis

Ada hal yang mendapat perhataian  dalam penelitian kritis:

Pertaama, penelitian kritis tidak bersifat deskrit, meskipun masing-masing punya implikasi metodelogis. Model studinya berbeda dalam tujuan, peranan teori, tehnik pemgumpulan data, peranan peneliti, format laporan dan narasinya, meskipun juga ada yang tumpang tindih.

Kedua, penelitian kritis menggunakan pendekatan studi kasus, kajian terhadap suatu kasus  (kasus tunggal), kajian yang bersifat mendalam yang berbeda dengan kajian eksperimental atau kajian lain yang bersifat generalisasi maupun perbandingan.[31]

 

  1. Penelitian Non-interaktif (non interaktive inquiry)

Di sebut juga penelitian analisis, mengadakan pengkajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan sistesis data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung dapat diamati. Penelitian ini tidak menghimpun data secara interaktif atau melalui interaksi dengan sumber data manusia, sumberdatanya dalan dokumen-dokumen.

Ada tiga macam penelitian non interaktif yaitu:

  1. Analisis Konsep, merupakan kajian atau analisis terhadap konsep-konsep penting yang diinterpretasikan pengguna atau pelaksana secara beragam sehingga banyak menimbulkan kebingungan umpamanya cara belajar aktif, kurikulum berbasis kompetensi dll.
  2. Analisis Historis menganalisis data kegiatan, program. Kebijakan yang telah dilaksanakan pada masa yang lalu. Peneliti ini lebih diarahkan kepada menganalisis peristiwa, kegiatan, program, kebijakan, keterkaitan, dll.
  3. Analisis Kebijakan menganalisis berbagai dokumen yang berkenaan dengan kebijakan tertentu, umpamanya kebijakan otonomi daerah dalam pendidikan, ujian akhir sekolah, pembiayaan pendidikan dsb.[32]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Penutup

 

  1. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas kita dapat melihat berbagai macam metode penelitian. Ada yang termasuk penelitian Kuantitatif dan juga Kualitatif. Perbedaan keduanya terletak pada beberapa sisi, seperti pijakannya. Yang mana penelitian jenis kuantitatif berangkat dari filsafat posivistik sedangkan penelitian jenis kualitatif didasari filsafat naturalistic.

Selain itu, dalam penelitian kualitatif interaktif, seorang peneliti dituntut untuk aktif dalam berinteraksi dengan yang diteliti. Adapun penelitian kuantitatif ada yang berjalan secara alamiah tanpa ada manipulasi terhadap veriabel dan beriorientasi pada angka-angka.

Pada intinya, kedua jenis metode penelitian ini memiliki cirri-ciri tersendiri dan kelebihan masing-masing dalam meraih hasil yang akurat. Beberapa peneliti bahkan ada yang melakukan kombinasi terhadap kedua jeni penelitian ini walaupun belum bisa kami bahas secara maksimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, 2012, (PT Remaja Rosdakarya, Bandung)

Sugiyono, metode penelitian pendidikan, 2015 (Alfabeta, Bandung)

Sarwono, Jonathan, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, 2006 (Graha Ilmu, Yogyakarta) (Pdf)

Sanjaya, Wina, Penelitian pendidikan, 2013 (Kencana, Jakarta)

 

 

 

 

 

 

 

[1] Jonathan sarwono, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, Graha Ilmu, Yogyakarta 2006, hal. 15

[2] Ibid

[3] Ibid

[4] Ibid hal 16

[5] Ibid

[6] Ibid

[7] Ibid

[8] Sugiyono, metode penelitian pendidikan, alfabeta, bandung, 2015, hal. 7 & 9

[9] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode penelitian Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2012, Hal. 52

[10] Ibid, hal 53

[11] Ibid.

[12] Wina Sanjaya, Penelitian pendidikan, Kencana, Jakarta 2013, hal. 34

[13] Ibid, hal 35

[14] Ibid

[15] Ibid

[16] Ibid

[17] Ibid

[18] Op cit, Nana Syaodih sukmadinata, hal 53

[19] Ibid hal 54

[20] Ibid hal. 54-55

[21] Ibid hal 55

[22] Ibid hal 56

[23] Ibid

[24] Ibid

[25] Ibid

[26] Op cit, Wina Sanjaya, hal 38

[27] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode penelitian Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2012, Hal, 62

[28]Ibid hal, 63

[29]Ibid

[30]Ibid hal,64

[31]Ibid hal,65

[32]Ibid hal,65-66

 

Iklan

HMJ KPI STAIL Ikuti MUSKERWIL FORKOMNAS KPI Wilayah I (JATIM dan NTB)

05Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya (HMJ KPI STAIL Surabaya) kembali menunjukan eksistensi organisasinya. Organisasi dari Sekolah Tinggi yang bernaung di bawah yayasan pondok pesantren hidayatullah Surabaya ini mendelegasikan mahsiswanya, Andre Yoga, Suherman, Alimuddin Tara dan Muh. Faruq Al-Mundzir untuk mengikuti acara MUSKERWIL FORKOMNAS KPI wilayah I (JATIM DAN NTB) di Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) tebuireng, jombang, Jatim.

Keikutsertaan ini merupakan yang keempat kalinya dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya masing-masing di kota IAIN Mataram, IAIDA Bayuwangi, dan UINSA Surabaya. Dalam acara kali ini, FORKOMNAS KPI wilayah I melakukan pelantikan pengurus baru yang terpilih dalam acara MUSKERWIL sebelumnya di IAIDA Bayuwangi. Selain itu, acara yang berlangsung selama 2 hari (24-25 September 2016) ini menghadirkan Gugun Ekajaya, seorang finalis festival perancis, sebagai pembicara dalam workshop perfilman. Kemudian hari kedua disemarakkan oleh acara semarak mahasiswa berupa pameran, panggung gembira serta panggung budaya indoesia.

Suherman, selaku ketua HMJ KPI STAIL periode 2016-2017 menyampaikan “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami utamanya kepada pihak manajemen STAIL yang telah mendukung kami mengikuti acara ini. Apalagi, acara seperti ini sangat berguna untuk mencari pengalaman, mencari jaringan, mengenalkan, dan ke-eksistensi-an STAIL secara Eksternal.

FORKOMNAS KPI sendiri merupakan organisasi perhimpunan mahasiswa jurusan komunikasi dan penyiaran Islam yang terbentuk di tahun 2009. Hingga saat ini, FORKOMNAS KPI telah terbentuk secara nasional dan dibagi menjadi beberapa wilaya kepengurusan. Untuk kampus anggota wilayah I (JATIM DAN NTB), selain STAIL, diantaranya yaitu, INKAFA Gresik, UNTARI Ponorogo, UINSA Surabaya, Institut Trisakti Kediri, STAIN Kediri, IAIDA Bayuwangi, IAIN Ponorogo, IAIN Mataram, UNHASY Tebuireng Jombang dll.