​Perkuat Peran LDK, MUI Jatim Gelar Mudzakarah Da,i

Berangkat dari kondisi umat, khususnya mahasiswa muslim yang masih dangkal pemahaman ke-Islamannya, MUI Jatim mengundang seluruh Lembaga Dakwah Kampus Se-Jatim beserta ormas Islam untuk mengikuti acara Mudzakarah Da’i pada hari Sabtu 29 Oktober 2016 dengan tema “Peran Dakwah Kampus Dalam Mengembangkan Islam Washatiyyah”.
Acara yang diadakan di Masjid Ulul Azmi Kampus C UNAIR tersebut menghadirkan dua pengurus MUI Jatim sebagai narasumber. Yaitu Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng yang juga merupakan guru besar ITS sekaligus Rektor UNUSA dan Prof. Dr. Ali Aziz M. Yang juga guru besar UINSA Surabaya. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh MUI, seperti KH. Abdusshamad Buchari dan KH. Muhammad Navis.

Acara dimulai dengan presentasi oleh KH. Abdusshamad Buchari yang memaparkan kondisi umat dari zaman Rasulullah hingga kini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi umat Islam saat ini. Utamanya tentang banyaknya hal-hal negatif dan menyesatkan yang mengepung umat, seperti aliran sesat, kelompok ekstrim dan kelompok liberal. Padahal menurut beliau, cara beragama yang benar adalah washatiyyah (Al-Baqarah 143).   

Selanjutnya, acara dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie yang menegaskan pentingnya peran dakwah kampus dalam mengembangkan Dakwah Wasathiyyah. Menurutnya, Dakwah Kampus sangat strategis untuk melahirkan generasi yang lurus aqidahnya dan juga menjadi benteng bagi pemikiran-pemikiran sesat yang menyerang kampus. Pasalnya, selama ini, banyak mahasiswa-mahasiswa muslim yang terjerumus pada pemikiran-pemikiran tersebut. Karena memang, mahasiswa adalah ‘agent of change’ dan ‘Future reserves’ sehingga menjadi incaran banyak pihak.

Sementara itu, Prof. Dr. Ali Aziz M.Ag berjanji MUI akan membimbing dan mewadahi aktivis LDK untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu lahirnya generasi yang bersatu dan lurus aqidahnya. Diharapkan, aktivis LDK benar-benar serius dan konsisten terhadap persatuan umat Islam.

Acara ‘Mudzakarah Da’i’ ini sendiri akan dilakukan secara rutin sebulan sekali hingga Mei 2017 dan akan dilakukan diberbagai tempat. Ini sudah menjadi komitmen MUI sebagai bentuk tanggung jawab ulama menjaga umat Islam agar tak tersesat./Muh Faruq Al-Mundzir

Iklan

​“Tolong Ajari Kami Cara Mencintai Indonesia” 


28 Oktober 1928 silam, kalian para pemuda seperti kami berkumpul bersama. Dengan semangat membara bersumpah untuk indonesia. Bersumpah untuk berjuang demi kemerdekaan bangsa yang saat itu masih terjajah. Tak terbayang bagaimana gelora kalian demi membawa Indonesia menuju kebebasan dari keterjajahan. 
Oh tuhan, itu dulu, zaman kalian. Itu tahun 1928, sudah 88 tahun yang lalu. Kini, negara yang diperjuangkan oleh kalian amburadul. Masalah datang silih berganti. Krisis politik, krisis ekonomi, krisis sosial adalah contohnya. Tapi semuanya bersumber dari krisis moral. Oh Mr. W.R Soepratman, Maafkan kami tak bisa menjaga Indonesia mu. Maafkan kami belum bisa semangat seperti semangatmu dan kawan-kawan seperjuanganmu. 

Sekarang, seandainya engkau bisa melihat keadaan anak-anak muda penerusmu, mungkin engkau akan menangis, sedih. Pemuda sekarang tak banyak yang punya jiwa patriotisme seperti pemuda jamanmu. Kami sekarang lebih sibuk bersantai di sudut warung dengan kopi dengan Gadget digenggam. Kami kini tak banyak yang siap berkorban seperti kalian dulu. Bahkan kami hilangkan identitas ketimuran kami. Budaya yang dulu kalian jaga kini telah tergantikan. Bahasa yang dulu kalian banggakan kini tak lagi dianggap berharga. Tanah air yang dulu engkau perjuangkan kini carut marut tak karuan. Sementara kami tak bisa berbuat apa-apa. Kami sibuk dengan urusan pribadi.

Kami tau engkau tak bisa mendengar lagi. Kami tahu engkau tak akan pernah membaca tulisan ini. Kami tau kalau engkau telah pergi menghadap Ilahi. Tapi, pada siapa lagi kami harus meminta semangat. Memang hari bersejarahmu masih diperingati setiap tahun. Tapi….hanya sebatas itu. Para pemimpin negeri ini tak lagi peduli. Tak lagi mau mendengar suara-suara kami. Suara-suara pemuda bangsa yang rindu perubahan. Mereka sibuk dengan diri sendiri, tak jauh beda dengan kami. Sibuk menghitung rupiah-rupiah hasil korupsi. Sibuk mengurus hal-hal yang tak berguna. Sementara kami, para pemuda yang akan mewarnai Indonesia tak digubris aspirasinya, tak dihargai prestasinya. Bahkan mendapat cemoohan, mendapat gertakan hingga pukulan.

FSLDK SurYa : Adili Ahok, Umat Islam Punya Harga Diri

Walau telah lewat tiga pekan, rupanya imbas dari perkataan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaya Purnama alias Ahok belum juga meluntur. Perkataan yang diduga menistakan agama tersebut terus memantik respon masyarakat. Apalagi, Kapolri sebagai penegak hukum juga belum mengambil tindakan selayaknya.
Pagi tadi (Jum’at, 21/10/2016), FSLDK Surabaya Raya beserta 70 ormas lainnya melakukan aksi damai. Lembaga yang menaungi seluruh Lembaga Dakwah Kampus se-Surabaya tersebut turut serta menyampaikan aspirasinya dengan baju putih-putih beserta poster-poster tuntutan. Dimulai dari shalat Jum’at di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, dilanjutkan dengan longmarch bersama rombongan hingga Kapolda Surabaya. 

Dalam orasinya, Ahmad Mubarak selaku ketua mendesak aparat hukum agar segera menindak tegas kasus ini secara tuntas, tegas, cepat, tepat, proporsional, dan professional karena telah melanggar UU No.1/PNPS/1965 tentang pencegahan dan/atau penodaan penodaan Agama. Lebih lanjut, ia juga menghimbau kepada seluruh kaum muslimin agar mendukung penuh sikap dan putusan MUI dengan cara yang baik. 

Menurutnya, aksi damai ini bukanlah bentuk arogansi. “Umat islam adalah umat yang menjaga kedamaian dan menjunjung tinggi toleransi beragama. Namun perlu diperhatikan adalah bahwa umat islam pun memiliki nilai dan prinsip dasar yang harus dihargai dan dihormati oleh pemeluk agama lain. Maka perlawanan kami atas hinaan terhadap agama Islam ini tidak lain adalah kewajiban yang memang semestinya kami lakukan atas dasar keimanan.”

      

Globalisasi dan Santri

Salah satu isu paling ramai diperbincangkan diera ini adalah isu globalisasi. Sejak dunia memasuki era millenium, globalisasi dengan cepat menerobos ‘benteng’ setiap negara. Khususnya di negeri-negeri kaum muslimin, globalisasi dianggap sebagai ancaman besar bagi identitas serta eksistensi kaum muslimin. 
Globalisasi adalah sebuah sistem yang menghendaki terciptanya sebuah dunia tanpa ‘hijab’. Seluruh negara tersambung (connected) satu sama lain dengan alasan modernisasi tanpa bisa menolak. Pada tahap inilah, negara-negara super power yang menguasai media melancarkan aksi liciknya. Mereka melancarkan propaganda secara massif dengan memanfaatkan jaringan media internasional seperti televisi dan internet. Empat hal yang menjadi fokus dikenal dengan istilah empat ‘F’ (Food, Film, Fashion, Football). Selain itu, transformasi budaya, ideologi dan gaya hidup adalah hal yang selalu dipropagandakan melalui media-media.

Usaha mereka dengan cepat membuahkan hasil. Hampir seluruh negara merasakan dampaknya. Dekadensi moral menggrogoti, khususnya para pemuda muslim. Tak terkecuali Indonesia, berbagai kasus amoral menghiasi tv nasional juga koran-koran. Sementara pemimpinnya tak berdaya. Bahkan beberapa bulan lalu, presiden indonesia menyatakan bahwa Indonesia sedang darurat Narkoba. Berbagai pakar sebelumnya juga menyatakan pemuda Indonesia sedang darurat moral. 

Peran Santri

Padahal, Indonesia yang dikenal sebagai negara mayoritas muslim di dunia merupakan ‘sarang’ para santri. Terdapat ribuan Pesantren sebagai wadah santri yang setidaknya masih dianggap steril dalam menghadapi gempuran zaman globalisasi. Sejarah santri sendiri terbilang heroik. Para santri telah berperan dalam memerdekakan, mempertahankan kemerdekaan, serta dalam membangun Indonesia. 

Lebih dari itu, santri merupakan asset bangsa yang secara kuantitas sangatlah banyak. Secara kualitas juga tak kalah dari yang lain. Sayangnya, santri belum banyak berperan dalam bidang selain keagamaan. Bahkan pemikiran bahwa santri hanya cocok menjadi Kyai, Ustadz, Guru Agama, atau Pengurus Pesantren sepertinya membuat banyak santri yang tak peduli dengan hal lain. Padahal, jika Islam adalah way of life.

Sebenarnya, akar pemikiran tersebut merupakan sekularisme yang berusaha memisahkan agama dari urusan Negara atau public. Dengan demikian, Negara akan dipimpin oleh orang yang tak mengerti agama.

Disinilah santri seharusnya mengambil peran. Untuk bertahan dan menjaga umat di zaman globalisasi, tidak cukup hanya dengan faqqihu fiiddin. Namun juga mengerti strategi, punya kekuasaan, serta mahir IPTEK. Itulah tuntutan globalisasi.

Bagaimanapun, santri diharapkan menjawab persoalan bangsa yang semkin memburuk. Khususnya santri yang saat ini berumur sekitar 18-25 tahun, perlu disiapkan secara matang demi menyambut seabad kemerdekaan Indonesia dengan asumsi bahwa yang akan memimpin Indonesia saat itu berumur sekitar 40 hingga 50 tahun. 

Maka, hari santri ini semestinya menjadi momentum untuk menguatkan peran santri dibidang yang “belum terjamah” oleh santri. Santri seharusnya mulai melihat agama secara universal dan tak terjebak pada pemikiran sekuler yang hanya memosikan agama pada hal-hal yang berkaitan dengan ibadah seperti sholat, sholawat, pengajian, ceramah dll. Sehingga akan lahir umara yang ulama, ekonom yang ulung lagi sholeh, negarawan yang jujur, penegak hukum yang adil bahkan ilmuan yang faqqihu fiddin./M Faruq Al-Mundzir

 

4 Stages of Tolerance in Islam

Since the twin tower of America, WTC exploded, islamophobia have been started in the Europe. It’s because of many media have been accused Moslems was behind that tragedy. They have been described Islam like bad religion, which recomendate it’s member to kill other religions members. They said Islam teached radicalism. Islam is a threat in the earth. The main point is Islam is intolerance. Is this declaration correct?. Let discuss it.

Holy Qur’an, Muslims book, has been never teached the brutality and intolerance. Instead, Islam command to goodness, meekness and tolerance. I going to prove it. I try to explain four Islam princip about tolerance.

  1. Inna ad-dina ‘inda Allahi Al-Islam.

The meaning is “in truth the religion by the side of Allah is Islam”. That mean is the only one of religion have been accepted by god is Islam. Muslim sure about that. Islam didn’t admit other religion. Islam claim the truth belong to it or islam is exclusive.

Muslim believe that islam is the last rules and the last religion was generated by Allah to human being via the last prophet, Muhammad, Peace be upon him. With generated islam, Allah cancel the other religion and recomendate them to follow Islam. But, that is not meat islam is radicalism and intolerance. Next princip will explain it.

  1. Laa ikraha fi ad-din

Although Islam didn’t admit other religionand exclusive, it never compulse every body to accept Islam. All is up to them. Islam give freedom to choose the truth. Allah said “ your duty (Muhammad) just spread this truth (Islam) and back to Allah, is he want to give them guidance. Cause the heart is belong to Allah SWT.

Moreover, this verse also mean no compulse in Islam. If you can’t practice Islam rules perfectly, never mind. But you must try hardly to practice it, however, the rules are for your kindness in the eart and the hereafter.

  1. Lakum diinukum wal-yadiin

“For you your religion and for me my religion”. There about the meaning. Example, we call them to Islam, and they don’t accept our exclamation, no problem. Islam just until there. Just spread the truth widely and the next is god’s affair. The important is Islam already give guidance.

But, this attitude not mean muslim give up when they don’t believe the truth of Islam. Muslim may not feel boring to extend about Islam. Cause, however, it is to save them in the hereafter day. Which just Islam will be accepted by God.

  1. Laa yanhaakum Allahu ‘an alladzi lam yoqotilukum fi addini wa lam yukhrijukum min dhiyaarikum

This princip has been explained that, a Moslem can have relation with other religion member as long as they don’t disturb Muslim. Moslems must spread peace to entire world. Even, a Moslem must do justice to them, cause Allah like justice men.

If we read the history about Muhammad and his friend, we will find the fact that they did this princip. Whereas Islam, in that ages, is the strong religion in arab. But, Moslem government do justice and prevent all people, included other religion member while they don’t disturb muslim importance.

 

 

 

 

 

 

Pengembangan dan Perusakan Hubungan

MAKALAH

“Pengembangan dan Perusakan Hubungan”

 

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah ‘Komunikasi Interpersonal’ dan dipresentasikan di kelas Komunikasi dan Penyiaran Islam semester V STAI Luqman Al-Hakim

Oleh :

Muhammad Faruq A
2014.31.11.0020

Maulana Syafi’i
2014.31.11.0017

 

Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim

Surabaya

Tahun Ajaran 2016-2017

 

Kata pengantar

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang masih memberi kesempatan bagi kita untuk berbuat baik kepada makhluk-makhluknya di muka bumi. Dan dengan kesempatan itu pul, kami mampu membuat makalah sederhana ini sesuai waktu yang ditentukan tanpa ada hambatan besar. Shalawat serta salam semoga terus tercurah limpahkan kepada manusia paling sempurna, Nabi Muhammad SAW yang dengannya Allah SWT menurunkan risalah ini sehingga sampai kepada kita.

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Tentu, tanpa bantuan dari pihak-pihak tersebut, makalah ini tak akan rampung sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kita semua.

Kemudian, permohonan maaf kami ucapkan kepada pembaca, dosen pengampu serta para mahasiswa atas kesalahan-kesalahan dalam makalah ini. Baik kesalahan huruf, kalimat, susunan kata, atau materi. Terlepas dari itu, kami berharap makalah ini bisa menjadi referensi tambahan dan memudahkan teman-teman dalam memahami materi-materi perkuliahan wawasan pergerakan islam.

Terakhir, kami memohon saran serta kritik yang membangun dari dosen, mahasiswa serta pembaca dalam rangka perbaikan makalah ini. Semoga langkah tersebut menjadi bekal bagi kami untuk membuat makalah yang lebih baik dikemudian hari.


BAB I

Pendahuluan

  1. Latar belakang

Salah satu yang menjadi pembahasan urgent dari mata kuliah komunikasi interpersonal adalah bahasan mengenai hubungan dalam skala antarpribadi. Jika lebih didetailkan, maka kita akan menemukan penjelasan tentang pengembangan hubungan serta perusakannya. Bagaimanapun, bahasan ini sering terjadi dikehidupan manusia.

Kadang kita merasa perlu untuk mengembangkan hubungan kita ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih dekat. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan kita, kita perlu memperhatikan kaidah dan teori-teori yang didasari oleh para ahli tentang pengembangan hubungan. Hal itu juga berlaku bagi perusakan hubungan.

Berangkat dari fakta tersebut, kami berusaha membuat makalah tentang pengembangan hubungan dan perusakan hubungan secara detail dari berbagai sumber dengan harapan mampu menjadi penjelasan yang mudah untuk dipahami khususnya oleh mahasiswa.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa maksud dari pengembangan hubungan?
  3. Bagaimana strategi pengembangan hubungan?
  4. Mengapa kita mengembangkan hubungan?
  5. Apa itu perusakan hubungan?
  6. Apa sebab-sebab perusakan hubungan?
  1. Tujuan makalah
  2. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah komunikasi interpersonal
  3. Memberi penjelasan singkat tentang hubungan
  4. Menjelaskan tentang pengembangan hubungan
  5. Menjelaskan tentang perusakan hubungan

 


BAB II

Pembahasan

  1. Pengertian Hubungan Dalam Komunikasi Interpersonal

Menurut kamus Longman pengertian hubungan ialah “The way in which two people or twu groups feel about each other and behave toward each other[1] (cara dua orang atau dua kelompok merasakam satu dan lainnya dan cara mereka bertingkah laku satu dan lainnya).

Pengertian hubungan merupakan sejumlah harapan yang dua orang miliki bagi perilaku mereka didasarkan pada pola interaksi antara mereka. (Littlejohn,2002). Hubungan antarpribadi dapat di definisikan sebagai serangkaian interaksi antara dua individu yang saling kenal satu sama lain (Duck dan Gilmour, 1981).[2] Sedangkan menurut Miller dan Steinberg (1975) hubungan antarpribadi adalah hubungan komunikasi meliputi prediksi timbal balik berdasarkan data psikologis.[3]

Hubungan yang baik adalah ketika interaksi-interaksi antara dua orang tersebut dapat memuaskan masing-masing pihak. Namun, hubungan yang baik tak tercipta begitu saja dan tidak juga tumbuh serta  terpelihara secara otomatis. Pada kenyataannya, seperti yang dikatakan oleh Canary dan Dainton (2002) bahwa kebanyakan orang yang berakal sehat tahu bahwa hubungan memerlukan usaha.[4] Bahasan selanjutnya akan menekankan tentang pengembangan hubungan dan perusakan hubungan dari sudut pandang kamunikasi interpersonal/antarpribadi.

  1. Pengembangan Hubungan
  1. Tinjauan mengenai proses pengembangan

Apabila kita berbicara tentang pengembangan hubungan antarpribadi, maka kita mengacu pada proses di mana manusia mengadakan kontak antara satu sama lain dan mendasarkan prediksi tentang perilaku komunikasi satu sama lain terutama pada data psikologis.[5] Kesempatan untuk mengadakan kontak jelas merupakan syarat bagi setiap pengembangan hubungan komunikasi. Di luar itu, intensitas serta konteks  komunikasi juga memiliki hubungan yang kuat terhadap hubungan-hubungan lainnya. Selain itu, pertukaran informasi antara keduanya sangat penting karena akan menjadi dasar bagi seseorang dalam menentukan bentuk hubungan yang mereka inginkan.

Menurut Miller dan Steinberg (1975) tiga ciri-ciri mengenai proses pengembangan yang harus dijelaskan karena hal tersebut seringkali menimbulkan kekacauan dan salah pengertian.[6]  Ketiga hal tersebut ialah;

Pertama, orang kadang-kadang lalai dalam mempertimbangkan sifat transaksi proses-proses ini. Dua orang paling sedikit berpartisipasi dalam transaksi dan masing-masing memainkan bagian yang penting. Sedangkan adakalanya bermanfaat untuk memahami mengapa seseorang memutuskan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, namun kita lebih tertarik untuk mempejari bagaimana dua orang mengadakan hubungan satu sama lain secara timbal balik. Untuk menggambarkan secara pragmatis, jika seseorang ingin menciptakan hubungan antarpribadi dengan orang lain, tidak cukup hanya dengan melihat kepentingan dirinya dengan orang itu, namun akan sangat bermanfaat baginya untuk mengetahui apa yang menjadi daya tarik dirinya di mata pihak lain, agar ia bisa memaksimalkan pertukaran mengenai imbalan hubungan. [7]

Kedua, pengembangan hubungan sangatlah kompleks. Proses tersebut tidak dapat dijelaskan hanya dengan mempelajari satu atau dua variable. Bagian dari proses itu mungkin bersifat kognitif: orang dengan sadar atau sengaja memutuskan untuk membangun hubungan bersama. Teman sekamar misalnya, sebelum bertemu satu sama lain demi keuntungan dan kebaikan, mereka sudah akan berkomunikasi, harus dibedakan antara komunkasi antarpribadi. Proses-proses emosional bisa memberikan dorongan awal, ketika orang jatuh cinta. Komunikasi antarpribadi akan terjadi saat itu, tanpa masing-masing mengambil keputusan apa-apa. Tapi factor-faktor ini tak dapat mempertahankan hubungan jika tak ada saling pengertian, tidak dapat mencapai akurasi dalam komunikasi atau tidak mampu membangun pola-pola kendali secara timbale balik. Selanjutnya, semua hubungan komunikasi berkembang dalam lingkungan sosial.[8]

Namun, tiap pengalaman orang dengan orang lain memengaruhi alasan-alasan mengapa ia membangun hubungan, imbalan macam apa yang ia harapkan dari hubungan tersebut dan terutama penilaiannya mengenai hubungan tersebut.[9]

Ketiga, setiap pendekatan pada pengembangan hubungan harus dibedakan antara kondisi dan proses pengembangan antarpribadi dan non-antarpribadi. Misalnya, menurut konsepsi kita mengenai komunikasi antarpribadi, kebanyakan apa yang biasa dianggap sebagai daya tarik antarpribadi harus digolongka sebagai non-antarpribadi. Kalau dikatakan mencintai seseorang karena fisiknya merupakan contoh daya tarik antarpribadi agaknya tidak konsisten dengan konseptualisasi kita. Anda memilih orang cantik atau ganteng dari golongan atau kelas manusia di mana kultur anda mendefinisikan cantik dan ganteng (subjektif). Akibatnya, bahwa daya tarik bukan lagi bersifat antarpribadi tetapi sosialogis.[10]

  1. Alasan-Alasan untuk Pengembangan Hubungan

Ada empat alasan yang umumnya dugunakan orang yang mengembangkan hubungan;

  1. Mengurangi Kesepian

Adakalanya, seseorang merasa kesepian karena secara fisik ia sendirian, walaupun kesendirian tidak selalu berarti kesepian. Kali lain kita merasa kesepian walaupun ditengah-tengah khalayak ramai karena mungkin kita punya kebutuhan yang terpenuhi akan kontak yang dekat dan akrab – kadang secara fisik, kadang emosioanal, lebih sering keduanya.[11]

  1. Mendapat Rangsangan

Manusia  merupakan gabungan dari banyak dimensi yang berbeda-beda dan semua dimensi tersebut membutuhkan stimulasi. Kita adalah makhluk intelektual, sehingga kita butuh stimulasi intelektual, misalnya dengan belajar di kelas, diskusi, debat dan kegiatan semacamnya yang akan meningkatkan dan mempertajam dimensi intelektual kita.[12]

  1. Mendapat Pengetahuan-Diri

Sebagian orang mempelajari dirinya dari orang lain. Dalam diskusi mengenai kesadaran diri telah dijelaskan bahwa kita melihat diri sendiri sebagian dari persepsi orang lain. Jika kawan-kawan kita menilai kita sebagai orang yang hangat dan pemurah, bisa jadi kita pun akan menilai demikian terhadap diri kita. Persepsi diri kita sangat dipengaruhi oleh apa yang kita yakini dipikirkan oleh orang lain tentang kita.[13]

  1. Memaksimalkan Kesenangan, Meminimalkan Penderitaan.

Alasan yang paling umum tentang membina hubungan adalah demi memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan penderitaan. Kita mungkin perlu berbagi rasa dengan orang lain tentang kebahagiaan maupun penderitaan yang kita alami, baik secara fisik maupun secara emosional.[14]

  1. Memprakarsai Hubungan : Jumpa Pertama

Barangkali, aspek paling sukar namun juga paling penting dalam pengembangan hubungan adalah permulaannya. Bertemu dengan seseorang, menampilkan diri sendiri lalu berusaha beralih ke tahap yang lebih tinggi merupakan hal yang sukar.  Menurut Murray Davis dalam Intimate Relations (1973), jumpa pertama terdiri dari enam tahap, yaitu;

  1. Meneliti Kualitas

Kualitas merupakan hal pertama yang menarik orang untuk berhubungan. Kualitas secara fisik yang nampak seperti penampilan, maupun tak tersembunyi seperti kepribadian.

  1. Melihat Lampu Hijau

Jika kualitas telah cocok, selanjutnya kita perlu melihat ‘lampu hijau’ dari kenalan baru kita. Maksudnya adalah, apakah hubungan kita dengannya bisa berlanjut tanpa ada hambatan.

  1. Membuka Perjumpaan

Davis menyarankan agar mencari dua hal, pertama, mencari topik yang menarik lawan bicara kita, kedua, carilah isyarat bahwa orang tersebut siap untuk perjumpaan yang lebih panjang.

  1. Topik yang Memadukan

Maksudnya adalah topik yang anda dan partner anda sukai. Selain itu, topik yang anda bahas akan membantu anda untuk menyatu. Umumnya, topik ini didapat dari analisis atas informasi ‘gratis’ dan dari pertanyaan maupun jawaban anda berdua. Informasi ‘gratis’ maksudnya adalah informasi tentang orang tersebut yang anda dapat selama percakapan berlangsung.

  1. Ciptakan citra yang menyenangkan

Langkah selanjutnya adalah anda harus membuat citra pribadi anda yang kira-kira akan membuat pertner anda tertarik atau terpikat. Sehingga membuat orang tersebut berpikiran untuk melanjutkan pertemuan dilain waktu.

  1. Rencanakan Pertemuan yang kedua

Jika kedua belah pihak telah merasa cocok, hal terakhir yang perlu dilakukan untuk mengembangkan hubungan adalah menentukan pertemuan kedua. Pertemuan tersebut bisa bersifat umum atau khusus.[15]

Selanjutnya, berikut ini disajikan beberapa secara khusus yang dapat diterapkan pada perjumpaan pertama yang bersifat non-verbal dan verbal.

a). Perjumpaan Non-Verbal

  • Ciptakan kontak mata
  • Senyum dan isyaratkan minat anda serta tanggapan positif secara non-verbal
  • Pusatkan perhatian namun jangan sampai membuat orang tersebut tidak nyaman
  • Ciptakan kedekatan fisik atau dekati
  • Peliharalah postur yang terbuka atau mengisyaratkan keterbukaan akan interaksi
  • Beri tanggapan yang nyata dan jelas
  • Kukuhkan perilaku yang positif
  • Hidari sikap yang berlebihan[16]

b). Perjumpaan Verbal

  • Perkenalkan diri anda
  • Pusatkan percakapan tentang partner baru anda
  • Beri pujian atau dukungan
  • Tunjukkan semangat
  • Tekankan hal positif
  • Hindari pengungkapan diri yang negatif atau terlalu akrab
  • Carilah kesamaan.[17]
  1. Model-Model Pengembangan Hubungan
  2. Knapp’s Relationship Escalation Model

Yaitu model pengembangan hubungan yang terdiri dari beberapa tahap;

  • Sebelum mengenal satu sama lain lalu langsung tertarik. Pada tahap ini, masing-masing pihak berusaha membuat kesan pertama yang kekal.
  • Setelah itu, keduanya ingin lebih mengenal satu sama lain. Mereka berbagi hal-hal yang disukan dan tidak disukainya juga mencari hal-hal yang menarik bagi partnernya. Hasil dari tahap ini bisa jadi dua hal yakni ; pertama, antara keduanya merasa cocok dan memutuskan melanjutkan hubungan. Kedua, tidak merasa cocok sehingga mereka memutuskan hubungan.
  • Jika keduanya merasa cocok, mereka akan berupaya untuk menguatkan hubungan. Misalnya dengan membuat komitmen bersama dan bersiap menuju hubungan yang panjang.
  • Tahap selanjutnya dimulai ketika mereka mulai melakukan suatu kegiatan bersama-sama. Misalnya makan malam bersama, belanja bersama dll.
  • Terakhir adalah mereka memutuskan untuk memiliki ikatan.[18]
  1. Knapp’s Relationship Termination Model

Yaitu model pengembangan hubungan yang tak dengan komunikasi efektif dan terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan konflik. Hubungan yang stagnan dapat diidentifikasi jika kedua belah pihak saling menghindar.[19]

  1. Duck’s Relationship Filtering Model

Seperti namanya, model ini memiliki beberapa filter yaitu; jarak, persepsi dan penampilan fisik.[20]

 

  1. Perusakan hubungan

Separuh lain dari pengembangan hubungan adalah perusakan-menurunnya hubungan dan kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan (Duck, 1982). Disini kita mengamati hakikat dari perusakan hubungan, beberapa sebab utamanya, serta perubahan komunikasi yang terjadi selama perusakan hubungan.[21]

  1. Hakikat perusakan hubungan

            Yang dimaksud perusakan hubungan adalah melemahnya ikatan yang mempertalikan orang bersama. Perusakan hubungan dapat terjadi secara berangsur atau mendadak, sedikit demi sedikit ekstrim.

  1. Perusakan Berangsur dan Mendadak.

Proses perusakan dapat terjadi berangsur atau mendadak.Murray Davis (1973), dalam intimate relations, menggunakan istilah passing away untuk perusakan berangsur dan sudden death untuk perusakan yang mendadak. Contoh perusakan berangsur (passing away) terjadi bila salah satu pihak mengembangkan hubungan dekat dengan pacar baru dan hubungan ini perlahan-lahan menyingkirkan pacar lama.

  1. Beberapa manfaat putusnya hubungan.

Adakalanya suatu hubungan mungkin tidak produktif bagi salah satu atau kedua belah pihak, dan pemutusan hubungan sering kali merupakan hal yang terbaik. Pemutusan hubungan seperti ini dapat memberikan waktu bagi kedua pihak untuk memperoleh kembali kemandirian dan kebebasan mereka.[22]

  1. Beberapa sebab perusakan hubungan.

Sebab-sebab rusaknya hubungan sama banyak dengan jumlah orang terlibat di dalamnya. Tetapi, kita dapat menyebutkan beberapa sebab utama. Kita mulai dengan melihat beberapa alasan perkembangan hubungan dan mengamati bagaimana perubahan-perubahan pada faktor-faktor ini dapat menyebabkan perusakan hubungan.

a. Alasan-alasan untuk membina hubungan telah meluntur.

Bila alasan kita untuk membina hubungan berubah secara drastis, hubungan itu dapat menjadi rusak. Sebagai contoh, bila kesepian tidak lagi berkurang, hubungan mungkin menuju kehancuran.

b. Hubungan pihak ketiga.

Hubungan dibina dan dipelihara sebagian besar karena di dalamnya, kesenangan menjadi maksimal dan penderitaan menjadi minimal. Bila hal ini tidak lagi terjadi, kecil harapan hubungan itu dapat bertahan.

c. Perubahan sikap hubungan.

Perubahan sifat hubungan pada salah satu atau kedua belah pihak dapat mendorong rusaknya hubungan. Perubahan psikologis seperti perkembangan minat intelektual yang berbeda atau sikap yang tidak besesuaian dapat menimbulkan masalah hubungan.

d. Harapan yang tak terkatakan.

Adakalanya konflik kelihatannya menyangkut soal-soal “remeh”. Siapa yang harus mencici piring dan siapa yg harus mencuci pakaian? Siapa yang harus memasak? Siapa yang akan memakai mobil baru dan siapa yg akan memakai mobil lama? Bagi orang luar masalah-masalah ini tampaknya tidak penting, tetapi ingatlah bahwa dalam konflik ini soal isi (content) bukanlah hal yang pokok.

e. Seks.

Sedikit sekali hubungan seksual yang bebas dari masalah. Menurut Blumstein dan Schwaartz (1963), masalah seksual menduduki tiga besar dalam peringkat masalah yang sering kali di jumpai dalam penelitian terhadap pasangan suami istri baru.

Ketidakbahagiaan dengan pekerjaan sering kali menimbulkan kesulitan hubungan. Riset oleh Philiph Blumstein dan Pepper Schwartz (1983). Menunjukkan bahwa orang tidak bisa memisahkan masalah di tempat kerja dengan hubungan mereka.

f. Masalah Keuangan.

Dalam survei tentang masalah yang dialami pasangan-pasangan, masalah keuangan rupanya cukup mengancam. Uang barangkali merupakan topik yang baru dibicarakan pada tahap-tahap awal suatu hubungan.

Bila suatu hubungan memperhatikan tanda-tanda memburuk tetapi masih ada komitmen kuat pada kedua pihak untuk mempertahankannya, mereka akan mengatasi hambatan dan memperbaiki keadaan.

g. Komitmen keuangan.

Komitmen terkait erat dengan pertimbangan keuangan. Di satu pihak, hanya setelah kedua pihak mengembangkan komitmen yang kuatlah baru mereka bersedia menggabungkan sember daya keuangan mereka.

h. Komitmen waktu.

Komitmen juga dapat didasarkan atas investasi waktu. Orang mungkin merasa bahwa karena telah hidup bersama selama 10 atau 15 tahun, waktu selama ini akan sia-sia jika mereka harus mengakhiri hubungan.

i. Komitmen Emosional.

Adakalanya komitmen didasarkan pada investasi emosional. Orang mungkin merasa bahwa mereka telah banyak menghabiskan energi emosional untuk membina hubungan sehingga sulit bagi mereka untuk memutuskannya begitu saja.[23]

3.      Komunikasi dalam Kerusakan Hubungan

Kerusakan hubungan ditandai dengan pola komunikasi sebagai berikut:

  • Penolakan (Withdrawal)

Secara nonverbal, ruang pribadi semakin besar; berkurangnya sentuhan dan kontak mata; berkurangnya kesamaan serta menghindari penggunaan barang yang berhubungan dengan pasangan (Miller &  Parks, 1982; Knapp & Vangelisti, 2009). Hal ini juga termasuk menghindari percakapan, terutama keinginan untuk mendengarkan.

  • Menutup diri (Decline in self-disclosure)

Mengurangi penyingkapan diri terhadap pasangan dilakukan karena kita memandang pasangan tak lagi mampu menerima kita apa adanya, tidak mendukung maupun empati.

  • Pengingkaran/pembohongan (Deception)

Berkembang sebagai akhir/hancurnya hubungan. Pisah tempat, tidak berkabar bahkan memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan lain (bisa jadi dengan orang lain) yang tidak berhubungan dengan pasangan. Kebohongan juga digunakan untuk menutupi rasa malu karena tidak ingin dipandang rendah.

  • Pesan positif dan negatif (Positive and Negative messages)

Pada hubungan yang sedang bermasalah, intensitas pesan negatif semakin meningkat seiring dengan berkurangnya pesan positif. Memuji beralih menjadi kritikan. Perilaku dalam hubungan pada dasarnya tidak berubah, namun cara pandang terhadap perilaku tersebutlah yang berubah. Kebiasaan yang dulu dimaklumi dan dianggap lucu kini menjadi menyebalkan. Permintaan terhadap perilaku menyenangkan seperti “Tolong ambilkan handukku” semakin berkurang, sebaliknya tuntutan agar pasangan mengurangi perilaku yang tidak menyenangkan semakin meningkat, seperti “Hentikan memakai handukku untuk mengelap tanganmu!” (Lederer, 1984). Bahkan dalam kondisi hubungan yang bermasalah, pesan positif cenderung disampaikan secara negatis. Misalnya, “Aku ingin secangkir kopi untuk sarapanku, sayang” disampaikan ,” Mana kopiku, aku sudah terlambat!”.[24]

BAB III

Penutup

  1. Kesimpulan

Dari bahasan dalam makalah ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pengembangan hubungan didasari oleh alasan-alasan logis terkait kepentingan kita. Akan tetapi, dalam mencapai tujuan, ada tahap-tahap yang perlu dilalui oleh kedua belah pihak.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Morissan, Teori komunikasi, dari individu hingga massa, (Kencana, 2013)

Budyatna, Muhammad dan Leila Mona Ganiem, Teori kominikasi Antarpribadi (Kencana, 2011)

Joseph A Devito, Komunikasi Antarmanusia, (Karisma publishing group, 2011)

Internet

http://managementstudyguide.com/interpersonal-relationship-development.htm

http://dokumen.tips/download/link/tugas-kelompok-2-relationship-development-and-deterioration,

Footnote

[1] Longman, Dictionary of contemporary English, dalam Morissan, Teori komunikasi, dari individu hingga massa, Kencana, 2013, hal. 281

[2] Muhammad Budyatna dan Leila Mona Ganiem, Teori kominikasi Antarpribadi, Kencana, 2011, hal. 36

[3] Ibid, hal. 44

[4] Ibid, hal. 36

[5] Ibid, hal. 44

[6] Ibid, hal. 44-45

[7] Ibid, hal 45

[8] Ibid, hal. 46

[9] Ibid

[10] Ibid

[11] Joseph A Devito, Komunikasi Antarmanusia, Karisma publishing group, 2011, hal 268

[12] Ibid

[13] Ibid

[14] Ibid

[15] Ibid

[16] Ibid

[17] Ibid

[18] Diambil dari http://managementstudyguide.com/interpersonal-relationship-development.htm, pukul 17:12 tgl 25 sept 2016

[19] Ibid

[20] Ibid

[21] Op Cit, Josept A Devito, hal 273

[22] Ibid

[23] Ibid

[24] Diambil dari http://dokumen.tips/download/link/tugas-kelompok-2-relationship-development-and-deterioration, pukul 17:49 selasa 11 Okt 2016

Demi Regenerasi, BEM STAIL Gelar Kongres


(Surabaya, 09/Oktober/2016) mengingat pentingnya Regenerasi, BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya, kembali melakukan Kongres yang kesebelas dengan tema “melahirkan pemuda yang berjiwa ulama dan umara” di aula Rahmat Rahman Pondok Pesantren Hidayatullah. Tujuan Kongres ini adalah peninjauan kembali AD/ART dan GBHP serta acara pamungkas untuk menentukan Presiden BEM periode 2016-2017.
Namun, acara ini sedikit berbeda dengan acara semisal. Para calon Presiden BEM tak dipilih melalui voting suara. Namun dengan sistem syuro’ (musyawarah) antar anggota sidang yang terdiri dari DLM (Dewan legislatif Mahasiswa), HMPR (Himpunan Mahasiswa Program Reguler) serta Kosma setiap Angkatan ( smt 1, 3, 5, dan 7).
Hadir dalam acara tersebut, Ust Nur Huda S.Ag, M.Pd.I selaku ketua STAIL dan Ust Faishal Haq M.Pd.I selaku PK II STAIL. Dalam sambutannya, Ust Nur Huda mengingatkan tentang esensi dari kepemimpinan. Menurutnya, kepemimpinan bisa menjadi ladang amal jika dijalankan dengan amanah namun akan menjadi azab jika diselewengkan. Untuk itu beliau menghimbau agar siapapun yang terpilih harus bertanggung jawab dan menjunjung tinggi syariat Islam.
Adapun kandidat presiden BEM yang sebelumnya telah diusulkan oleh semester V (Umumnya, para Kandidat dari Smt.V) adalah Nashirul Haq yang merupakan Sekjen BEM 2015-2016 dan Mutawalli Mursyid, Mahasiswa asal Batam. Para kandidat akan menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi Presiden BEM. Selanjutnya, DLM, Pengurus BEM serta Kandidat akan bermusyawarah untuk menentukan presiden terpilih. Setelah sepakat, pimpinan sidang akan mengumumkan hasil musyawarah. Terakhir, presiden BEM terpilih akan menyusun kabinetnya lalu dilantik paling lambat seminggu setelahnya.