November Menanti Pahlawan Baru

puisi-hari-pahlawan-nasional-10-november-2016

10 November 1945 silam, Surabaya membara. Pasalnya, tentara sekutu (Inggris dan Belanda) datang kembali ke Indonesia setelah mengalahkan Jepang. Salah satu misi mereka adalah mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia. Padahal waktu itu, Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya dari segala bentuk penjajahan. Saat itu, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera merah-putih-biru (bendera Belanda) di hotel Yamato. Beberapa pemuda yang melihat hal tersebut tidak terima. Tiga orang dari mereka segera bertindak. Mereka menemui Mr. Ploegman agar menurunkan benderanya. Ploegman menolak, seorang pemuda bernama Sidik langsung mencekiknya hingga tewas. Sayangnya, Sidik juga meninggal karena ditembak oleh kawan-kawan Belanda Ploegman.

Kisah akhir dari sejarah ini adalah diserbunya hotel Yamato oleh para pemuda pemberani dan merobek bendera belanda menjadi merah-putih, bendera kebanggaan bangsa Indonesia. Begitulah gambaran keberanian pemuda Indonesia dalam mempertahankan Negara dari penjajahan setelah merdeka.a

Tak terasa, peristiwa itu terjadi 71 tahun lalu. Namun terus diperingati hingga sekarang. Itulah pahlawan, selalu dikenang dan didamba-dambakan. Bagaimanapun, pahlawan selalu lahir dimasa-masa genting. Ia hadir di saat semua orang memang berharap hadirnya pahlawan. Artinya,  Pahlawan adalah orang tepat yang hadir pada kondisi yang tepat dan dinanti-nantikan pula.

Tapi, sejarah memang selalu terulang. November kali ini seakan ‘open requirement’ pahlawan. Walau berbeda situasi, November menanti pahlawan baru dalam bidang ‘keadilan Hukum’. November telah membawa Ploegman baru dalam sosok Ahok. Seorang calon petahana yang telah menistakan agama. Kapolri sebenarnya adalah pihak yang paling berpeluang untuk menjadi pahlawan keadilan dengan memenjarakannya segera di bulan November ini. Namun, seperti kabar yang saat ini beredar, indikasi untuk meloloskan Ahok dari jeratan hukum begitu terasa. Jika benar demikian, berarti November rindu pahlawan keadilan dari kalangan rakyat biasa. Apakah  harapan November akan tercapai, atau hanya harapan sia-sia? Akan lahirkan Sidik baru November ini? Let’s see and wait!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s