MAKALAH [Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Isi Media Massa]

MAKALAH

 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Isi Media Massa

Dibuat sebagai pemenuhan tugas dan akan dipresentasikan di Prodi KPI semester V pada mata kuliah “Media Komunikasi”.

 

Dosen Pengampu:

Alim Puspianto. M.Kom.I

logo-stail 

 

Muh. Faruq
2014.31.11.0020

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN AL-HAKIM

PONPES HIDAYATULLAH SURABAYA

2016-2017

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Di era globalisasi perkembangan media massa sangatlah pesat. Baik itu media massa cetak seerti koran, majalah dan tabloid maupun media elektronik seperti televisi, Radio dan Internet. Saat ini kehidupan masyarakat di seluruh Dunia, bahkan masyarakat Indonesia pun tidak lepas dari yang namanya akses Informasi dan komunikasi dari media massa. Karena sudah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi dalam kehidupan sosial bermasyarakat untuk mengakses informasi baik seputar lingkungan masyarakat sekitar, keadaan Negara maupun mancanegara.

DeFleur dan Rokeach (1989: 265-269) menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengkonseptualisasikan sebuah peristiwa atau keadaan oleh seseorang merupakan usaha untuk mengkonstruksi realitas, demikian halnya dengan upaya para pekerja media ketika berusaha untuk menampilkan suatu realitas tertentu dalam medianya. Unsur utama dan penting yang dipakai dalam konstruksi realitas adalah bahasa, baik bahasa verbal (kata-kata tertulis atau lisan) maupun bahasa non verbal, seperti gambar, foto, gerak-gerik, grafik, angka dan tabel.

Namun dalam proses penyampaian Informasi melalui media massa itu tidak sepenuhnya berjalan semestinya ataupun sesuai dengan fakta dan keadaan yang ada. Karena ada faktor yang mempengaruhi isi media massa tersebut. Selain faktor bahasa verbal dan non verbal ada juga lima faktor yang mempengaruhi isi media. Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese (1996), dalam Mediating The Message: Theories of Influences on Mass Media Content, menyusun berbagai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam ruang pemberitaan Mereka mengidentifikasikan ada lima faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi dalam menentukan isi media. Diantaranya adalah Faktor Individual, Rutinitas Media, Organisasi, Ekstra Media dan Ideologi.

  1. Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini penulis akan menyampaikan beberapa rumusan masalah yang akan dibahas, diantaranya adalah :

1)      Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi isi media massa?

2)      Apa saja karakteristik isi media massa?

3)      Bagaimana pengaruh faktor individual terhadap isi media massa?

4)      Bagaimana pengaruh Rutinitas media terhadap isi media massa?

5)      Bagaimana pengaruh Organisasi terhadap isi media massa?

6)      Bagaimana pengaruh Ekstra media terhadap isi media massa?

7)      Bagaimana pengaruh Ideologi terhadap isi media massa?

  1. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1)      Memenuhi tugas kelompok mata kuliah Komunikasi Massa

2)      Mengetahui karakteristik isi media Massa

3)      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi isi media Massa

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Media Massa

Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah “sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas misalnya radio, televisi, dan surat kabar”.

Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.

Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya  satu sama lain (Soehadi, 1978:38).

Media Massa adalah sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.

  1. Karakteristik Isi Media Massa

Media Massa menerima informasi dan berita dari berbagai sumber. Disini berita akan masuk ke Gate Keeper (redaksi) ,untuk menyeleksi pemberitaan yang layak untuk dimuat.

  • Karakteristik Isi Pesan Media Massa (koran, majalah, radio, tv dan film) antara lain :
  • Novalti : Sesuatu yang baru . “Sesuatu yang baru” merupakan unsur yang terpenting bagi suatu pesan media massa
  • Jarak : Dekat atau jauh. Jarak terjadinya suatu peristiwa dengan tempat publikasinya peristiwa mempunyai arti penting. Khalayak akan tertarik untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan dan lingkungannya.
  • Popularitas : Peliputan tentang tokoh organisasi/ kelompok ,tempat dan waktu yang penting dan terkenal akan menjadi berita besar dan menarik perhatian khalayak.
  • Pertentangan : Konflik. Hal-hal yang mengungkapkan pertentangan,baik dalam bentuk kekerasan atau menyangkut perbedaan pendapat dan nilai biasanya disukai oleh khalayak.
  • Komedi : Humor. Manusia pada dasarnya tertarik pada hal yang lucu dan menyenangkan. Oleh karena itu,bentuk penyampaian pesan yang lucu disukai khalayak.
  • Seks dan keindahan : Salah satu sifat manusia adalah menyenangi unsur seks dan kecantikan atau keindahan sehingga unsur tersebut bersifat universal,dan menarik minat khalayak. Maka,media massa seringkali mengangkat kedua unsur tersebut kedalam tulisannya.
  • Emosi : Hal-hal yang berkaitan menyentuh kebutuhan dasar (basic needs) seringkali menimbulkan emosi dan simpati khalayak.
  • Nostalgia : Menunjukkan pada hal yang mengungkapkan pengalaman di masa lalu.
  • Human Interest : Setiap orang pada dasarnya ingin mengetahui segala peristiwa yang menyangkut kehidupan orang lain. Hal ini sering diangkat media massa melalui tulisan biografi,bibliografi,berita,feature dan acara deskriptif lainnya.
  1. Faktor-faktor Pengaruh Isi Media Massa

Dalam menyajikan realitas sosial, media memiliki bahasa tersendiri, bahasa yang terdiri atas seperangkat tanda tidak pernah membawa makna tunggal di dalamnya. Berita dalam media selalu memiliki ideologi dominan yang terbentuk melalui tanda tersebut, artinya jika kita gali lebih dalam, teks media membawa kepentingan-kepentingan yang lebih luas dan kompleks. Oleh karenanya, harus diakui bahwa apa yang dimuat media massa tidak terlepas dari berbagai kepentingan atau kekuatan yang dibelakangnya. Media juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, termasuk kecenderungan opini yang berkembang dan ideologi yang berkembang di masyarakat.

DeFleur dan Rokeach (1989: 265-269) menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengkonseptualisasikan sebuah peristiwa atau keadaan oleh seseorang merupakan usaha untuk mengkonstruksi realitas, demikian halnya dengan upaya para pekerja media ketika berusaha untuk menampilkan suatu realitas tertentu dalam medianya. Unsur utama dan penting yang dipakai dalam konstruksi realitas adalah bahasa, baik bahasa verbal (kata-kata tertulis atau lisan) maupun bahasa non verbal, seperti gambar, foto, gerak-gerik, grafik, angka dan tabel.

Bahasa bukanlah sesuatu yang netral, tetapi mengandung makna. Sebagai alat untuk mempresentasikan realitas, melalui pilihan kata-kata dan cara penyajiannya, bahasa juga dapat menciptakan realitas dan menentukan corak dari realitas yang ditampilkannya,  sekaligus menentukan makna yang muncul darinya. Bahasa dapat memberikan aksen tertentu terhadap suatu peristiwa atau tindakan tertentu, dengan cara mempertajam, memperlembut, melecehkan, membelokkan atau mengaburkan peristiwa atau tindakan tersebut. Walaupun kegiatan jurnalistik menggunakan bahasa dalam memproduksi berita. Namun, bagi media bahasa bukan hanya sekedar alat komunikasi untuk menggambarkan realitas, namun juga menentukan gambaran atau citra tertentu yang hendak ditanamkan kepada publik (Sobur, 2001:89). Berger dan Luckman (dalam Littlejohn, 1999) menyatakan bahwa ada serangkaian cara untuk memahami objek. Bahasa yang kita gunakan adalah salah satu cara untuk memahami objek dan untuk memberikan label terhadap suatu objek agar dapat dibedakan dengan objek lainnya.

Sebagai contoh,  ketika Surat Kabar menyajikan berita tentang kondisi   perempuan di Indonesia, bahasa yang digunakan masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kapitalisme dan nilai atau aturan di masyarakat yang didominasi pandangan patriarkis. Media menentukan realitas perempuan melalui berbagai cara, yaitu pemakaian kata-kata yang terpilih untuk tujuan tertentu, melakukan pembingkaian (framing) berita,  dan mempergunakan simbol-simbol agar menimbulkan citra tertentu ketika diterima khalayak serta menentukan apakah isu tersebut penting atau tidak penting.

Selain aspek penggunaan bahasa yang dianggap turut mempengaruhi adanya perbedaan dalam penyajian suatu realitas, perbedaan  dan kecenderungan tertentu setiap media dalam memproduksi isi media dipengaruhi oleh beberapa faktor  mulai dari sikap pribadi dan konsepsi peran para pekerja media, rutinitas pekerjaan media, struktur dan budaya organisasi media, hubungan antara media dengan institusi sosial lainnya serta kekuatan ideologi dan budaya yang luas. Pamela Shoemaker dan Stephen D. Reese menyebut pengaruh-pengaruh hierarchy of influence yang merupakan lapisan-lapisan yang  melingkupi institusi media tersebut (Shoemaker dan Resse, 1996).

Masyarakat memandang berita sebagai sebuah fakta di lapangan yang kemudian disajikan apa adanya oleh media. Hal ini menyebabkan masayarakat merasa terkejut saat menyaksikan apa yang ditayangkan di media ternyata tidak sama dengan apa yang mereka saksikan. Dengan kata lain, apa yang ditampilkan media sudah melalui berbagai proses sehingga hasilnya tidak utuh lagi seperti fakta. Memang, tidak semua fakta bisa ditampilkan utuh dalam berita, tapi paling tidak campur tangan atau rekayasanya tidak terlalu menyimpang dari kondisi yang sesungguhnya. Dengan demikian, masyarakat harus menyadari berbagai pengaruh yang dihadapi media dalam menyampaikan sebuah berita.

Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese (1996), dalam Mediating The Message: Theories of Influences on Mass Media Content, menyusun berbagai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam ruang pemberitaan. Mereka mengidentifikasikan ada lima faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi dalam menentukan isi media (bandingkan dengan McQuail, 1987), sebagai berikut:

  1. Faktor Individual

Faktor ini berhubungan dengan latar belakang profesional dari pengelola media. Level individual melihat bagaimana pengaruh aspek-aspek personal dari pengelola media mempengaruhi pemberitaan yang akan ditampilkan kepada khalayak. Latar belakang individu seperti jenis kelamin, umur, atau agama, dan sedikit banyak mempengaruhi apa yang ditampilkan media. Latar belakang pendidikan, atau kecenderungan orientasi pada partai politik sedikit banyak bisa mempengaruhi profesionalisme dalam pemberitaan media.

Faktor individu-individu pekerja media juga turut  mempengaruhi produksi isi media. Sejumlah faktor individual seperti karakteristik dari pekerja, latar belakang personal dan profesional atau pengalaman individual, juga nilai-nilai serta kepercayaan serta etika yang mereka anut juga turut mempengaruhi isi media.

  1. Rutinitas Media

Faktor rutinitas institusi media  juga akan mempengaruhi isi media, bahkan Shoemaker dan Reese mengatakan bahwa rutinitas mempunyai dampak yang besar terhadap isi media, karena rutinitas adalah lingkungan sesungguhnya dari pekerja media dan tidak dapat dipisahkan dengan pekerja media dalam melakukan pekerjaan mereka. Rutinitas diibaratkan dua sisi mata uang bagi media,  disatu sisi rutinitas meringankan pekerjaan media karena akan menjamin kelancaran roda organisasi media dan efisiensi, tetapi disisi lain dia merupakan penghambat atau penghalang bagi individu pekerja media dalam melaksanakan tugas karena adanya keterbatasan dalam  pilihan dan keleluasaan penulisan dan pemuatan berita. Rutinitas dalam media biasanya berkaitan dengan kegiatan seleksi yang dilakukan oleh wartawan yang menjalankan fungsinya sebagai gatekeeper (penjaga gawang). Tugas gatekeeper adalah memilih sedemikian banyak berita yang masuk untuk dibuat pada halaman tertentu.  Hal lain yang juga mempengaruhi adalah adanya deadline dan rintangan waktu yang lain, keterbatasan space untuk menyajikan berita, struktur piramida terbalik dalam penulisan berita dan kepercayaan reporter  pada sumber-sumber resmi dalam suatu berita.

Jenis media pun mempengaruhi rutinitas sebuah media yang pada akhirnya berpengaruh pada isi dari media. Contoh yang paling menonjol adalah perbedaan antara media cetak dengan media penyiaran seperti televisi. Para pencari berita media cetak lebih bebas dalam memberikan warna pada pemberitaannya. Ini dikarenakan media cetak terbit sekali sehari dan tidak ada tuntutan untuk memberitakan sebuah berita secara langsung. Sedangkan reporter televisi lebih terpaku dalam memberitakan sebuah berita. Biasanya seorang reporter memberitakan langsung dari tempat kejadian dan hanya bersifat melaporkan.

  1. Organisasi

Level organisasi berhubungan dengan struktur organisasi yang secara hipotetik mempengaruhi pemberitaan. Pengelola media dan wartawan bukan orang tunggal yang ada dalam organisasi berita, ia sebaliknya hanya bagian kecil dari organisasi media itu . Masing-masing komponen dalam organisasi media bisa jadi mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Di dalam organisasi media, misalnya, selain bagian redaksi ada juga bagian pemasaran, bagian iklan, bagian sirkulasi, bagian umum, dan seterusnya. Masing-masing bagian tersebut tidak selalu sejalan. Mereka mempunyai tujuan dan target masing-masing, sekaligus strategi yang berbeda untuk mewujudkan target tersebut. Bagian redaksi misalnya menginginkan agar berita tertentu yang disajikan, tetapi bagian sirkulasi menginginkan agar berita lain yang ditonjolkan karena terbukti dapat menaikkan penjualan. Setiap organisasi berita, selain mempunyai banyak elemen juga mempunyai tujuan dan filosofi organisasi sendiri, berbagai elemen tersebut mempengaruhi bagaimana seharusnya wartawan bersikap, dan bagaimana juga seharusnya peristiwa disajikan dalam berita.

  1. Ekstra Media

Level ini berhubungan dengan faktor lingkungan di luar media. Meskipun berada di luar organisasi media, hal-hal di luar organisasi media ini sedikit banyak dalam banyak kasus mempengaruhi pemberitaan media. Ada beberapa faktor yang termasuk dalam lingkungan di luar media:

  • Sumber berita. Sumber berita di sini dipandang bukanlah sebagai pihak yang netral yang memberikan informasi apa adanya, ia juga mempunyai kepentingan untuk mempengaruhi media dengan berbagai alasan: memenangkan opini publik, atau memberi citra tertentu kepada khalayak, dan seterusnya. Sebagai pihak yang mempunyai kepentingan, sumber berita tentu memberlakukan politik pemberitaan. Ia akan memberikan informasi yang sekiranya baik bagi dirinya, dan mengembargo informasi yang tidak baik bagi dirinya. Kepentingan sumber berita ini sering kali tidak disadari oleh media.
  • Sumber penghasilan media, berupa iklan, bisa juga berupa pelanggan/pembeli media. Media harus survive, dan untuk bertahan hidup kadangkala media harus berkompromi dengan sumber daya yang menghidupi mereka. Misalnya media tertentu tidak memberitakan kasus tertentu yang berhubungan dengan pengiklan. Pihak pengiklan juga mempunyai strategi untuk memaksakan versinya pada media. Ia tentu saja ingin kepentingannya dipenuhi, itu dilakukan di antaranya dengan cara memaksa media mengembargo berita yang buruk bagi mereka. Pelanggan dalam banyak hal juga ikut mewarnai pemberitaan media. Tema tertentu yang menarik dan terbukti mendongkrak penjualan, akan terus-menerus diliput oleh media. Media tidak akan menyia-nyiakan momentum peristiwa yang disenangi oleh khalayak.
  • Pihak eksternal seperti pemerintah dan lingkungan bisnis. Pengaruh ini sangat ditentukan oleh corak dari masing-masing lingkungan eksternal media (baca teori normatif komunikasi massa, dan teori makro). Dalam negara yang otoriter misalnya, pengaruh pemerintah menjadi faktor yang dominan dalam menentukan berita apa yang disajikan. Keadaan ini tentu saja berbeda di negara yang demokratis dan menganut liberalisme. Campur tangan negara praktis tidak ada, justru pengaruh yang besar terletak pada lingkungan pasar dan bisnis.
  1. Ideologi

Diartikan sebagai kerangka berpikir atau kerangka referensi tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka menghadapinya. Berbeda dengan elemen sebelumnya yang tampak konkret, level ideologi ini abstrak. Ia berhubungan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam menafsirkan realitas. Raymond William (dalam eriyanto, 2001) mengklasifikasikan penggunaan ideologi tersebut dalam tiga ranah.

  • Sebuah sistem kepercayaan yang dimiliki oleh kelompok atau kelas tertentu. Definisi ini terutama dipakai oleh kalangan psikologi yang melihat ideologi sebagai seperangkat sikap yang dibentuk dan diorganisasikan dalam bentuk yang koheren. Sebagai misal, seseorang mungkin mempunyai seperangkat sikap tertentu mengenai demontrasi buruh. Ia percaya bahwa buruh yang berdemontrasi mengganggu kelangsungan produksi. Oleh karenanya, demontrasi tidak boleh ada, karena hanya akan menyusahkan orang lain, membuat keresahan, menggangu kemacetan lalulintas, dan membuat persahaan mengalami kerugian besar. Jika bisa memprediksikan sikap seseorang semacam itu, kita dapat mengatakan bahwa orang itu mempunyai ideologi kapitalis atau borjuis. Meskipun ideologi disini terlihat sebagai sikap seseorang, tetapi ideologi di sini tidak dipahami sebagai sesuatu yang ada dalam diri individu sendiri, melainkan diterima dari masyarakat.
  • Sebuah sistem kepercayaan yang dibuat –ide palsu atau kesadaran palsu- yang biasa dilawankan dengan pengetahuan ilmiah. Ideologi dalam pengertian ini adalah seperangkat kategori yang dibuat dan kesadaran palsu dimana kelompok yang berkuasa atau dominan menggunakannya untuk mendominasi kelompok lain. Karena kelompok yang dominan mengontrol kelompok lain dengan menggunakan perangkat ideologi yang disebarkan ke dalam masyarakat, akan membuat kelompok yang didominasi melihat hubungan itu nampak natural, dan diterima sebagai kebenaran. Di sini, ideologi disebarkan lewat berbagai instrumen dari pendidikan, politik sampai media massa.
  • Proses umum produksi makna dan ide. Ideologi disini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan produksi makna.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Media Massa adalah sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak. Media Massa menerima informasi dan berita dari berbagai sumber. Disini berita akan masuk ke Gate Keeper (redaksi) ,untuk menyeleksi pemberitaan yang layak untuk dimuat.

Faktor Individual

Faktor ini berhubungan dengan latar belakang profesional dari pengelola media.

Rutinitas Media

rutinitas adalah lingkungan sesungguhnya dari pekerja media dan tidak dapat dipisahkan dengan pekerja media dalam melakukan pekerjaan mereka.

Organisasi

Level organisasi berhubungan dengan struktur organisasi yang secara hipotetik mempengaruhi pemberitaan. Pengelola media dan wartawan bukan orang tunggal yang ada dalam organisasi berita, ia sebaliknya hanya bagian kecil dari organisasi media itu.

Ektra Media

  • Sumber berita. Sumber berita di sini dipandang bukanlah sebagai pihak yang netral yang memberikan informasi apa adanya, ia juga mempunyai kepentingan untuk mempengaruhi media dengan berbagai alasan: memenangkan opini publik, atau memberi citra tertentu kepada khalayak, dan seterusnya.
  • Sumber penghasilan media, berupa iklan, bisa juga berupa pelanggan/pembeli media.
  • Pihak eksternal seperti pemerintah dan lingkungan bisnis. Pengaruh ini sangat ditentukan oleh corak dari masing-masing lingkungan eksternal media (baca teori normatif komunikasi massa, dan teori makro).

Ideologi

diartikan sebagai kerangka berpikir atau kerangka referensi tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka menghadapinya.

Daftar Pustaka

Buku

Eriyanto, 2001, Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media, Yogyakarta: LKiS.

McQuail, 1987, Teori Komunikasi Massa ed. 2, Jakarta: Erlangga

Shoemaker & Reese, 1996, Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content, USA:Longman.

Internet

http://www.ut.ac.id/html/suplemen/skom4314/materi3.htm

http://husnun.wordpress.com/2011/05/18/kuliah-media-dan-masyarakat-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-isi-media/

http://libradee.blogspot.com/2011/12/pesan-media-massa-media-massa-menerima.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s