Pesan Dari Rusia

10-169

Tahun ini lumayan menegangkan. Setidaknya bagi dua benua. Asia dan Amerika. Entah mengapa, kedua benua ini selalu saja bersinggungan. Marah-marahan. Cuek-cuekan. Gentok-gentokan. Dalam banyak hal. Ekonomi, politik, militer dan sebagainya.

Saat beberapa negara Asia bagian tengah timur bergejolak, U.S.A ikut campur. Mulai Afghansitan, Amerika hadir. Perang Iraq, Amerika bosnya. Perang Suriah, Amerika tak mau ketinggalan. Berebut pengaruh dengan Rusia dan Turki. Terakhir, Polisi dunia itu buat gaduh dunia Islam. Keputusannya memindahkan kedutaan ke Jerussalem sebagai bentuk pengakuan ke Israel dikutuk seluruh dunia. Tapi, tetap saja dilakukan. Walau mayoritas negara-negara anggota PBB menolak. Kita paham, itu memang gayanya si bos dari benua Amerika. Angkuh.

Tapi, itu Asia bagian timur tengah. Dengan Asia timur jauh beda lagi. Negeri paman sam lumayan keteteran. China, negara paling maju di Asia maju sebagai penantang kuat. Ekonominya terkuat kedua di dunia. Tahun ini baru saja meresmikan kapal induk buatan sendiri. Benar-benar buatan sendiri. Tak dibantu siapa pun. Si Trump, yang bilang mau make America great again nantang perang dagang. Dinaikkannya bea cukai barang-barang China. China tak mau kalah. 60 jenis barang impor dari Amerika juga dibuat sengsara. Kebanyakan hasil pertanian. Impass!!

Tahun ini juga, Amerika mau berunding. Dengan salah satu negara Asia timur jauh. Negaranya Kim Jong-Un. Yang rambutnya keren itu. Penyelenggaranya juga di Asia. Tetangga kita, Singapura. Setelah bertahun-tahun maki-makian, ancam-ancaman, olok-olokan, Korut dan AS bersalaman. Berdamai. Itu sejarah besar.

Satu lagi yang bikin tegang. Tadi malam (19/06/2018) Jepang mengalahkan Kolombia. Dalam pertandingan bola sejagad. Itu juga sejarah. Jarang negara Asia bagian ini menang lawan negara dari benua Amerika. Walau bukan menaklukan si AS, setidaknya dari sana. Apalagi, secara itung-itungan, dalam sepakbola, negaranya Falcao lebih hebat dari negaranya Paman Sam.

Itu tanda. Bahwa Asia bisa bangkit. Melawan kepongahan negara digdaya. Amerika harusnya mulai sadar, yang lemah tak selamanya lemah. Dan yang kuat tak selamanya kuat. Dunia itu berputar. Maka yang kuat tak boleh menindas yang lemah. Sekian!!

 

Iklan

Diterbitkan oleh

The Opposition

Muh Faruq Al-Mundzir, anak kedua dari pasangan (Alm) Bapak Sahabuddin Ja'far dan Ibu Azizah Masyhud. Lahir di Balikpapan pada tanggal 13 Juli 1996. Menyelesaikan Sekolah Dasar di Desa Ulukalo, Kec. Iwoimenda, sebuah desa indah di Kab. Kolaka, Sultra. SMP-nya ia selesaikan di SMP Al-Bayan, Makassar. Lalu, ia melanjutkan SMA-nya di kota kelahirannya, Balikpapan. Saat ini, ia merupakan salah satu mahasiswa Jurusan Komunikasi di STAI Luqman Al-Hakim, Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s