merdekakah kita

17 agustus 1945

70 tahun telah berlalu

hari dimana “merdeka” mulai diteriakkan

tiang-tiang bendera ditegakkan

sumpeh setia diikrarkan

oh…70 tahun kita berteriak “merdeka”

di tengah genangan air mata rakyat yang sengsara

oh…70 kali kita menaikkan bendera pusaka

disaksikan para pencuri berdasi

ahh…merdekakah kita..??

ketika alam kita dijarah bangsa lain

ketika kapal-kapal asing berlayar di laut kita tanpa izin

ketika pesawat tempur melanggar zona udara kita tanpa gentar

merdekakah kita….?

ketika ide bangsa lain kita adopsi

ketika para pemimpin negeri tunduk di hadapan musuh

ketika pekerja kita dipermalukan oleh bangsa asing

merdekakah kita…?

ketika utang luar negeri kita bertriliun rupiah

ketika praktek korupsi masih lestari

ketika para mafia turut menggrogoti negeri

di tengah rakyat yang makan sehari sekali

merdekakah kita…?

tidak, belum kita belum merdeka

hingga para petani tak lagi kesusahan

hingga para nelayan tak lagi menggunakan sampan

hingga para remaja tak lagi menjadi pengangguran

hingga penjara-penjara kekurangan tahanan

hingga para TKI duduk di kursi VIP

dan para pemimpin tak sungkan makan di pinggir jalan

Iklan

ketika alam tak di jaga

ketika alam tak di jaga

ketika alam tak di rawat

ketika alam hany di exploitasi

ketika alam hanya menjadi objek keserakahan

oh, ketika alam tak di jaga

mereka pun akhirnya murka

menjadi sumber bencana, petaka dan derita

padahal awalnya adalah harapan manusia

oh, ketika alam tak di jaga

sesal akhirnya para manusia

harapan menguap bersama asap

sementara kita hanya bisa melihat

oh, ketika alam tak dijaga

lihatlah ulahmu wahai manusia-manusia serakah

berapa orang yang kau sengsarakan

berapa makhluk yang kau buat marah

hanya kerena pundi-pundi rupiah

oh, tidakkah kalian mendengar

rintihan burung yang kehilangan sumber makanan

jeritan binatang melata yang hangus terbakar

isakan satwa yang kehilangan tempat tinggal

ataukah kalian telah buta hinggga tak melihat

ataukah kalian tuli hingga tak mendengar

ataukan hati kalian telah tertutup hingga tak merasa

kemudian kalian semena-mena

seolah alam adalah milik kalian pribadi

oh, celakalah kalian

tak menjaga alam yang memberi harapan

indonesiaku

deretan pulau-pulau menyatukanmu

hamparan laut luas melengkapimu

hutan-hutan belantara memperindahmu

aneka ragam flora dan fauna menghiasimu

oh indonesiaku, kurang apakah dirimu

bahkan potongan kayupun hidup walu hanya di tancap

biji-bijian berkecambah walau hanya di buang

oh indonesiaku, sebegitu suburnya tanahmu

tapi….

mereka yang duduk sambil menengadahkan tangannya masih bertebaran

mereka yang berkeliaran diantara mobil-mobil mewah dengan koran ditangan masih merajalela

mereka yang tidur beralas tanah beratap langit masih sering terlihat

mereka yang mengais-ngais sampah di sian bolong masih juga bertambah

oh indonesiaku, mereka hidup dalam bayang-bayang kekayaanu

kemanakah sumber daya alammu yang berlimpah

kemana emas dan perak yang kau kandung

kemana minyak bumi yang kau tabung berjuta-juta tahun

oh indonesiaku, atau adakah yang menyimpannya sendiri

dibalik brankas-brankas berdinding baja

dibalik dinding kaca bank dunia

atau di sembunyikan di balik dokumen hasi sogok

oh indonesiaku, merekakah para pemegang kekuasaan yang menyimpannya

atau pra pemodal asing yang punya perusahaan raksasa

atau keduanya, mereka korupsi dan berkolusi

oh indonesiaku, bahkan rakyat sendiripun mereka bohongi

hanya diberi janji-janji yang tak pernah terealisasi

merekalah para manusia-manusia serakah

oh indonesiaku, mengapa tak kau telan mereka dengan tahahmu

atau kau tenggelamkan mereka dengan laut birumu

jangan sisakan mereka indonesiaku

sehingga sejahtera hidup semua pendudukmu

ironi umat islam


di atas putihnya kerta

kucoba tuk menulis

ku tuangkan isi hatiku yang teriris

karena keadaan kaum muslimin yang semakin miris

kerena fitnah bahwa islam agama teroris

akhirnya kusalahkan para musuh islam

yang selalu memfitnah islam dengan media yang bermacam-macam

tapi setelah kupikir dalam-dalam

ternyata di antara kita ada musang berbulu ayam

yang menggigit dari dalam

mereka mengaku muslim

tapi menghalalkan yang haram

kata mereka islam tak esuai dengan perkembangan zaman

status gender dan jilbab mereka persoalkan

ide sekuler dan liberalis mereka perjuangkan mati-matian

katanya untuk kemajuan

tapi sebenarnya mereka memundurkan

ke masa sebelum islam , yang menuntun kepada kebenaran

juga mebuat perpecahan

membuat kaum muslimin saling berhadapan

sambil menenteng senjta di tangan

oleh barat mereka adalah harapan

untuk menghancurkan dan memecah belah persatuan

belum lai mereka yang fanatiknya amat sangat

merasa yang mereka lakukan yang paling tepat

yang lain mereka bilang bidah dan sesat

tak mau menerima pendapat

yakin betul golongannya akan selamat

kata mereka “perbedaan adalah rahmat”

tapi terus mendebat

yang menimbulkan dendam kesumat

juga perpecahan di antara ummat

juga para pemimpin yang mengaku paling hebat

kepada amerika mereka ta’at

minyaknya pun di jual kebarat

demi dollar yang berlipat-lipat

padahal hanya di nikmati di dunia yang sesaat

juga dia yang meluncurkan kartu indonesia hebat

problem ekonomi belum juga tamat

menyebabkan banyak yang di pecat

komunis di bentengi rapat-rapat

masyarakat pun semakin melarat

solusi efektif belum juga di dapat

namun, tetap tak mau terapkan syari’at

yang jelas-jelas lebih bermartabat

dari pada sekuler, kapitalis, demokrasi yang di ciptakan barat

yang sebenarnay ingin melumat

kekayaan semua ummat

wahai kaum muslimin

lurus dan rapatkan barisan kalian

berhenti berhadap-hadapan dan fanatik golongan

jalin silaturrahi antara kalian

musuh telah siap melakukan penyerangan

dan kalian..? apa yang akan kalian lakukan

mari..!! teriakkan persatuan

“persatuan, persatuan, persatuan”