‚ÄčAku bertanya ‘Perlukah #Revolusi?’

Revolusi

Ketika kaum miskin terlunta”….
Sedang yang kaya berfoya”….

Perlukah #Revolusi?

Ketika Bu Patmi merenggang nyawa karena menuntut haknya….

Sedang penguasa tertawa” di kursi empuknya….

Perlukah #Revolusi?

Ketika anak terbaik bangsa berakhir di penjara…..

Karena tuduhan yang dibuat” para pemain sandiwara….

Perlukah #Revolusi?

Aku bertanya “Perlukah #Revolusi?”

Ketika pers menjadi corong pembualan….

Sementara yang benar ditenggelamkan….

Perlukan #Revolusi?

Ketika sang penista bebas berkeliaran….

Sementara Ulama diancam pembunuhan….

Perlukah #Revolusi?

Ketika aparat menjadi preman….

Seenaknya membubarkan pengajian….

Perlukah #Revolusi?

Ketika komunis mengancam Sang Garuda….

Sedang si panda menjadi garang dan berbisa….

Perlukah #Revolusi

Aku bertanya “Perlukah #Revolusi?”

Indonesia merana….

Dunia tertawa….

Melihat martabat bangsa hilang entah kemana….

Sementara istana menunduk patuh tak berdaya….
Oh, kemana lagikah aku mengadu?

Selain kepada kalian yang merasa kita adalah satu?

Dan kepada kalian yang mengaku “Indonesia di hatiku?”

Juga kalian yang berteriak “Jaga NKRI dari pengadu, mari bersatu?”

Kita hanya menunggu waktu….

Kita menunggu perintah “Serbuuuu!!”…

Tak perlu #Revolusi???

M Faruq

Surabaya, Rabu, 00.00 WIB

ironi umat islam


di atas putihnya kerta

kucoba tuk menulis

ku tuangkan isi hatiku yang teriris

karena keadaan kaum muslimin yang semakin miris

kerena fitnah bahwa islam agama teroris

akhirnya kusalahkan para musuh islam

yang selalu memfitnah islam dengan media yang bermacam-macam

tapi setelah kupikir dalam-dalam

ternyata di antara kita ada musang berbulu ayam

yang menggigit dari dalam

mereka mengaku muslim

tapi menghalalkan yang haram

kata mereka islam tak esuai dengan perkembangan zaman

status gender dan jilbab mereka persoalkan

ide sekuler dan liberalis mereka perjuangkan mati-matian

katanya untuk kemajuan

tapi sebenarnya mereka memundurkan

ke masa sebelum islam , yang menuntun kepada kebenaran

juga mebuat perpecahan

membuat kaum muslimin saling berhadapan

sambil menenteng senjta di tangan

oleh barat mereka adalah harapan

untuk menghancurkan dan memecah belah persatuan

belum lai mereka yang fanatiknya amat sangat

merasa yang mereka lakukan yang paling tepat

yang lain mereka bilang bidah dan sesat

tak mau menerima pendapat

yakin betul golongannya akan selamat

kata mereka “perbedaan adalah rahmat”

tapi terus mendebat

yang menimbulkan dendam kesumat

juga perpecahan di antara ummat

juga para pemimpin yang mengaku paling hebat

kepada amerika mereka ta’at

minyaknya pun di jual kebarat

demi dollar yang berlipat-lipat

padahal hanya di nikmati di dunia yang sesaat

juga dia yang meluncurkan kartu indonesia hebat

problem ekonomi belum juga tamat

menyebabkan banyak yang di pecat

komunis di bentengi rapat-rapat

masyarakat pun semakin melarat

solusi efektif belum juga di dapat

namun, tetap tak mau terapkan syari’at

yang jelas-jelas lebih bermartabat

dari pada sekuler, kapitalis, demokrasi yang di ciptakan barat

yang sebenarnay ingin melumat

kekayaan semua ummat

wahai kaum muslimin

lurus dan rapatkan barisan kalian

berhenti berhadap-hadapan dan fanatik golongan

jalin silaturrahi antara kalian

musuh telah siap melakukan penyerangan

dan kalian..? apa yang akan kalian lakukan

mari..!! teriakkan persatuan

“persatuan, persatuan, persatuan”